Prabowo Janjikan Gaji Hakim Naik, Apa Kata MA?

Kekuasaan yudikatif disebut dalam debat Calon Presiden ke-1. Salah satunya, pasangan Capres dan wapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berjanji akan menaikkan gaji hakim untuk menekan angka korupsi. Apa kata MA?

“Mahkamah Agung (MA) selaku lembaga negara tidak akan memberi penilaian soal debat semalam terkait visi-misi Calon Presiden,” kata Jubir MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, untuk detikcom, Jumat (18/1/2019).

Kecuali menjanjikan gaji hakim naik, paslon 02 menyoal independensi hakim. Yaitu mempersoalkan putusan hakim yang menghukum kades penyokong paslon 02.

“MA juga tidak ada tanggapan Soal hal tersebut,” ucap Andi.

sebelum ini, ahli hukum Bayu Dwi Anggono menilai Prabowo tampak tidak memahami kewenangan presiden dalam konteks ketatanegaraan. Di mana presiden mempunyai batasan, seperti tidak boleh mengintervensi proses penegakan hukum oleh aparat penegak hukum.

“Presiden bukanlah pemimpin lembaga yudikatif yang oleh konstitusi dijamin selaku kekuasaan yang merdeka. Contoh Perkara kades selaku bentuk praktik penegakan hukum yang berat sebelah oleh presiden ialah suatu kekhilafan fatal mengingat pengadilan tidaklah berkedudukan di bawah presiden,” ucap Direktur Puskapsi Universitas Jember itu.

sumber: detik.com

Shared by Samsul Anwar

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.