PP Al-Inshof Karanganyar: Pagar itu Ada di Hati Para Santri

Pondok Pesantren Al-Inshof Karanganyar - Pagar itu Ada di Hati Para Santri

PP Al-Inshof Karanganyar: Pagar itu Ada di Hati Para Santri

Ada pemeo yang beredar bahwa Pesantren ialah tempat yang nihil dalam hal kesehatan. Tetapi, mari kita simak profil pesantren yang satu ini. Ialah Pondok Pesantren (PP) Al-Inshof, di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. meskipun arsitekturnya sederhana, tampak pemandangan anggun di sana. Lingkungannya suci dan rapi mencerminkan jiwa dan hati yang harmoni. Tak tampak pagar yang mengelilingi pesantren.

KH Abdullah Sa’ad, pengasuh PP Al-Inshof menjelaskan bahwa memang tak ada gerbang secara fisik guna membatasi santri keluar, sebab hakikatnya gerbang itu ada di saban hati masing-masing santri. “Itulah dasar pendirian pesantren ini. Kami ingin membangun santri supaya hidup asketis, jujur, ikhlas, sederhana, tetapi sanggup memberikan ketenangan jiwa dan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan berkisar” tegasnya.

Pesantren ini berdiri tahun 2009. Nama Al-Inshof  ialah pemberian dari Habib Luthfi bin Yahya, yang enggak lain ialah guru dari Kyai Abdullah. Menurut beliau, nama ini mempunyai makna yang amat dalam, yaitu legowo.Al-Inshof  ini sesuai dengan kalam hikmahnya, Habib Zein bin Juneid, yaitu man kaana min ‘ilmi al-inshof  (kesempurnaan ilmu itu ditandai dengan ke-legowo-an hati),” tandas Kyai Dullah.

Pesantren ini tak sama dari pesantren yang lain. Tiap santri baru yang bakal melakukan registrasi dianjurkan guna melaksanakan shalat istikharah terlebih dulu sebelum sungguh-sungguh diterima di pesantren ini. Ini sesuai dengan sabda Nabi bahwa tak ada yang rugi karena Istikharah dan tak ada yang kecewa sebab musyawarah. Kyai Dullah mempunyai prinsip bahwa tak seluruhnya biji itu cocok dengan seluruhnya ladang, sehingga niat aku supaya santri yang ingin belajar di sini tak salah tunas.

Selain diajari ngaji kitab kuning dan ilmu agama, santri di PP Al-Inshof pun dituntut guna hidup mandiri, sehingga menuju depan bisa mengemban amanah selaku khalifah fil ardhi. Di pesantren ini santri tak diharuskan membayar uang bulanan, tetapi tak gratis pun. “Aku tak mau jika belajar di sini gratis mutlak, sebab itu sama artinya merendahkan ilmu. untuk siapa saja yang mempunyai niatan guna membantu menyokong program-program pesantren dipersilahkan” tegas kyai Dullah.

Pondok Pesantren Al-Inshof Karanganyar - Pagar itu Ada di Hati Para Santri

Loading...
loading...

Belajar itu Wajib Anggota milisi

Menuntut ilmu memerlukan kecanggihan, keyakinan, tekad kuat dan kecerdasan yang tinggi. Habib Luthfi pernah berpesan terhadap Kyai Dullah bahwa orang yang belajar di pesantren wajib mempunyai jiwa anggota milisi. Dalam mengajarkan ilmu terhadap santri-santrinya, Kyai Dullah amat serius, tetapi pun amat perhatian dan dekat dengan santri-santrinya itu. Beliau pun mengajarkan bakal perlunya mahabah (kecintaan) terhadap para ahlul bait (keluarga) Nabi Muhammad SAW.

Di PP Al-Inshof, para santri dididik guna bisa mengkaitkan kajian ilmunya dan cara hidup intuitif. Berinteraksi dengan masarakat ialah penting. Kyai Dullah pun senantiasa menekankan terhadap para santrinya guna senantiasa peduli kepada lingkungan berkisar dan mengajarkan terhadap mereka soal ketenangan hati dengan cara hidup sederhana dan jujur beriringan dengan sehatnya jiwa. Dengan membiasakan cara hidup beginilah, santri kelak tak bakal gagap dalam berhadapan dengan kehidupan zaman.

Pesantren menurut Kyai Dullah wajib mengajarkan soal bagaimana kehidupan yang thoyibah (bagus). Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa lillazdinaa ahsanu fi hadzihi al-dunya hasanah (orang-orang yang bagus bakal memperoleh kehidupan yang bagus pula).  Hidup yang sejahtera ialah hidup yang tentram jiwanya. “Nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren inilah yang diinginkan bakal sebagai ahsanu itu atau orang yang berperilaku bagus.” Sehingga lanjut beliau “bisa ngunduh pakerti seko keapikan iku mau”.

Menurut Kyai Dullah, kesehatan tidak cuma berbicara soal jasmani, tetapi sehat ruhani pun penting guna diperhatikan. Dokter itu tidak sedikit, tapi mengobati batinnya dokter itu lebih penting. Artinya, dengan menyaksikan realitas sekarang ini, kebanyakan orang berlebihan memikirkan kesehatan jasmaninya, materinya, duniawinya, sehingga lupa bakal kesehatan ruhaninya. Sebab itu, pesantren ini senantiasa memberikan asupan-asupan batiniah terhadap santri melalui sunnah Nabi dan amalan-amalan para ulama guna memberikan ketenangan ruhani. Dan di situlah letak kententeraman hidup. (Anwar Kurniawan)

PP Al-Inshof Karanganyar: Pagar itu Ada di Hati Para Santri

Loading...

Source link

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :