Pompeo Pastikan AS akan Terus Sokong Agresi Saudi ke Yaman

Pompeo Pastikan AS akan Terus Dukung Agresi Saudi ke Yaman

Pompeo Pastikan AS akan Terus Sokong Agresi Saudi ke Yaman

WASHINGTON – Perang brutal di Yaman terus berlanjut. Sebuah gabungan yang dipimpin oleh Saudi, dan Disokong oleh Amerika terus menerus membombardir negara termiskin di semenanjung Arab itu dengan segala kategori bom termasuk bom cluster yang dicegah secara Internasional. Masyarakat sipil, khususnya bocah kecil, menanggung akibatnya.

Akan tetapi pada Rabu (12/09) kemarin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjelaskan bahwa Washington akan meneruskan sokongan militernya ke Arab Saudi dan sekutu-sekutunya untuk melancarkan pemboman kepada negara miskin Jiran kerajaan, Yaman, dengan argumentasi bahwa mereka berusaha untuk “mengurangi risiko bahaya bagi masyarakat sipil.”

Eks kepala CIA itu mengumumkan pernyataannya pada hari Rabu untuk Menyatakan bahwa dia sukses meyakinkan member parlemen Amerika kalau Gabungan Saudi Ada di jalur untuk mengakhiri perang.

Baca: Ahli Amunisi: Bom yang Menarget Bus Sekolah di Yaman Buatan AS

“Saya mengumumkan ke Kongres kemarin bahwa pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah melaksanakan tindakan nyata untuk mengurangi risiko bahaya bagi masyarakat sipil dan infrastruktur sipil yang dihasilkan dari operasi angkatan bersenjata ke-2 pemerintah ini,” kata Pompeo.

Selama ini serbuan udara gabungan Saudi sudah menghancur-leburkan rumah-rumah masyarakat, RS, sekolah, dan pasar, secara sembrono di negara termiskin di semenanjung Arab tersebut.

Bulan lalu, Undang-undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) diteken. Ini mengharuskan administrasi Trump untuk menjamin bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri serbuan.

Angkatan bersenjata AS menyebut bahwa kalau AS dicegah untuk mengisi bahan bakar pesawat gabungan Saudi maka hal itu akan jadi bagian hal yang membikin Pompeo tidak Sepakat pembuatan sertifikasi seperti itu.

Baca: KEJAHATAN PERANG! Saudi Masih Gunakan Bom Cluster dalam Agresi ke Yaman

“Kami akan terus bekerja sama dengan gabungan yang dipimpin Saudi untuk memastikan Arab Saudi dan UEA mempertahankan sokongan untuk usaha yang dipimpin PBB untuk mengakhiri perang sipil di Yaman, memungkinkan akses tanpa hambatan untuk pengiriman sokongan komersial dan kemanusiaan melalui beberapa jalan yang mungkin, dan melaksanakan tindakan yang mengurangi dampak konflik kepada masyarakat sipil dan infrastruktur sipil, ”kata menteri luar negeri AS.

Komentar Pompeo itu disampaikan sebab masa pemberian sertifikasi ke-1 telah jatuh tempo, dan masih lebih beberapa lagi sertifikasi akan diperlukan di masa depan.

Menhan James Mattis juga menyokong sertifikasi Pompeo.

Loading...
loading...

“Saya setuju dan menyokong sepenuhnya sertifikasi Sekretaris Pompeo ke Kongres bahwa pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berusaha keras untuk mengurangi risiko korban sipil dan kerusakan kolateral kepada infrastruktur sipil yang dihasilkan dari operasi angkatan bersenjata mereka untuk mengakhiri perang saudara di Yaman, “kata Mattis.” Tekad bulat gabungan yang dipimpin Saudi tercermin dalam sokongan mereka untuk upaya-upaya yang dipimpin PBB. Bersamaan dengan Departemen Luar Negeri, kami secara aktif terlibat dengan Mr. Martin Griffiths, Utusan Spesial PBB, untuk mencapai Perundingan mengakhiri Peperangan ini. ”

Sekelompok member Kongres dari ke-2 partai menambahkan ketentuan dalam RUU anggaran belanja pertahanan yang mengharuskan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk mengumumkan dengan sejatinya selambatnya tanggal 12 September apakah Arab Saudi dan sekutu militernya, Uni Emirat Arab, mengambil langkah signifikan untuk mengurangi korban sipil dan mencari penyelesaian politik untuk konflik yang sudah berlangsung selama 3 tahun itu. Koresponden VOA Cindy Saine memberitahukan dari Departemen Luar Negeri Amerika.

Sebagian member Kongres Amerika menjelaskan telah cukup dengan apa yang mereka lihat di sana, seperti yang disampaikan oleh Tulsi Gabbard, member Kongres dari Partai Demokrat.

“Akan tetapi sampai sekarang di Yaman, angkatan bersenjata kita terus mengobarkan perang intervensionis ini bareng Arab Saudi, tanpa pengesahan dari Kongres. Waktu untuk air mata buaya dan basa-basi tidak berdasar sudah berakhir. Cukup ialah cukup. Amerika mesti menghentikan dukungannya untuk Arab Saudi, dan berhenti melancarkan perang intervensionis yang menambah kehancuran, kematian, dan kesengsaraan di semua dunia,” jelasnya.

Pada Maret 2015, Arab Saudi dan gabungan sekutu regionalnya memulai perang melawan negara termiskin di dunia Muslim itu.

Disokong oleh AS, kampanye angkatan bersenjata sudah menghancur-leburkan negara itu dan menyebabkan 600.000 orang Yaman meninggal dan cedera akibat perang. (ARN)


Source by Muhammad Najib

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :