Politisi NasDem: Kivlan Asal Bicara dan Cuma Cari Panggung

Politisi NasDem: Kivlan Asal Bicara dan Hanya Cari Panggung

Politisi NasDem: Kivlan Asal Bicara dan Cuma Cari Panggung

JAKARTA – Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago meminta Eks Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen tidak asal berbicara dan menuding Partai NasDem dan 2 partai penyokong Jokowi lainnya, Golkar dan PDIP sudah menjalin kerja sama dengan China soal paham komunisme.

Menurut Irma tudingan Kivlan Zen itu mengada-ada dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Dia [Kivlan] punya data tidak, jangan asal bicara tidak karuan. Kebiasaan dia cari panggung,” kata Irma waktu dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (14/10).

Pada tahun 2015, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh pernah berjumpa dengan dengan Cawapres Partai Komunis Tiongkok (PKT) Gou Yezhou. Tatkala itu, NasDem dan PKT membicarakan soal pendidikan politik bagi ke-2 belah pihak.

Menurut Irma, Partai NasDem sungguh menjalin komunikasi dengan sejumlah partai luar negeri, tetapi itu cuma sebatas dialog dan bertukar info.

“Ini biasa, kami juga bertukar info dengan UMNO Malaysia, sebatas dialog bukan kerjasama. Memangnya NasDem ini negara dapat bekerjasama dengan China,” katanya.

Kata Irma, bentuk komunikasi itu dapat ditunaikan dengan pertukaran anggota DPR antara NasDem dengan partai di luar negeri.

“Misalnya, Malaysia, kita bertukar info soal permasalaha TKI, data tenaga kerja kita di Malaysia,” katanya.

Karena itu, Irma meminta Kivlan tidak asal menuding NasDem. “Tidak ada itu kerjasama dengan komunis,” katanya.

Loading...
loading...

Dalam dialog ‘Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pemilihan presiden 2019’ di Jakarta, Sabtu (13/10), Kivlan menyebut 3 partai pengusung petahana Jokowi menjalin kerja sama dengan China soal paham komunisme.

Kivlan menuding ada kerja sama kaderisasi paham komunisme yang dijalin PDIP, NasDem, Golkar dengan Partai Komunis China.

“PDIP tanda tangan bareng untuk pengaderan, sekarang NasDem juga ikut dengan Partai Komunis China untuk melaksanakan pengaderan,” kata Kivlan,”Golkar juga ikut sesudah yang [Setya Novanto] masuk bui ini. Sama-sama tanda tangan pengaderan dari China.”

Kecuali itu, Kivlan juga menuding Joko Widodo memperoleh suntikan sokongan dalam Pemilihan presiden 2019 dari golongan yang ia menyebut Partai Komunis Indonesia (PKI). Tanpa memperlihatkan bukti konkret, ia menceritakan bahwa golongan yang ia menyebut PKI sudah mengunjungi Joko Widodo waktu masa kampanye 5 tahun lalu.

Merespon tudingan tersebut kelompok Joko Widodo tidak akan tinggal diam. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf, Mohamad Guntur Romli berencana menyeret penyebar hoaks soal tudingan Komunis untuk Joko Widodo ke jalur hukum. [ARN]


ArrahmahNews
Shared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :