Politisi Kurdi: AS Berusaha Keras Gagalkan Perundingan Kurdi-Suriah

SURIAH – Politisi Kurdi Suriah mengungkapkan bahwa pemerintah AS berusaha keras menghentikan dan mengakhiri Perundingan antara Suriah dan anggota milisi Kurdi.

“Washington berusaha keras untuk melarang perundingan antara pemerintah Damaskus dan Tentara Kurdi dari membuahkan hasil,” kata rusia Today berbahasa Rusia (RT) mengutip Rizan Hodu menjelaskan pada hari Sabtu.

Tapi, dia menjelaskan perbincangan Suriah-Kurdi tengah berlangsung di bawah atmosfer positif.

Hodu, yang juga eks penasihat media Unit Penjagaan Rakyat Kurdi (YPG) di wilayah Afrin provinsi Aleppo, menjelaskan bahwa Utusan Spesial AS untuk Suriah James Franklin Jeffrey dalam beberapa pesan untuk Tentara Kurdi di Suriah Utara, sudah menganjurkan mereka untuk tidak terburu-buru menggelar perbincangan dengan pemerintah Damaskus.

Sementara itu, Politisi Kurdi menuding Kemajuan yang akan cepat terjadi seperti yang diadukan oleh Jeffrey yang menyokong Tentara Kurdi di Suriah dalam wakti tak lama, khususnya sesudah KTT NATO yang akan datang pada bulan Februari, dan berkata, “Jeffrey dalam pesannya sudah menuding pemaksaan zona larangan terbang di Suriah Utara. “

Hodu menggambarkan pernyataan para pejabat AS itu selaku hal yang mengkhawatirkan, dan mengingatkan para negosiator bahwa penundaan dalam pengambilan keputusan akan berbahaya bagi Dewan pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan YPG.

Dalam sambutan yang relevan pada Jumat lalu, sumber-sumber Kurdi mengingatkan bahwa keputusan Washington untuk menarik Tentara AS dari Eufrat Timur tidak artinya kehilangan kartu untuk menekan Damaskus sebab Washington punya tujuan untuk membangkitkan kembali kubu teroris ISIS di tapal batas Irak-Suriah.

“AS punya tujuan menghidupkan kembali ISIS di wilayah strategis Eufrat Timur, khususnya di tapal batas berbarengan Suriah dan Irak untuk memutus kontak antara ke-2 negara dan member front perlawanan lainnya, ini bagian taktik AS. Maksud semenjak dimulainya perang melawan Suriah pada tahun 2011,” sumber tersebut seperti dilansir oleh surat berita al-Akhbar.

Amerika sudah mengakui bahwa penempatan mereka di Eufrat Timur punya tujuan untuk memerangi ISIS dan menyokong sekutu Kurdi, tetapi dalam praktiknya Washington sudah meninggalkan Kurdi tanpa sokongan apa pun kepada ISIS, kata surat berita itu.

Laporan itu muncul saat prajurit Suriah meneruskan lebih banyak Tentara dan peralatan angkatan bersenjata ke gurun timur Deir Ezzor Rabu lalu, mempersiapkan operasi skala besar untuk memburu sisa kantong teroris ISIS.

Serdadu menyampaikan Divisi ke-4 dan bagian dari pasukan Pengawal Presiden ke gurun timur Suriah dari kota kecil al-Dowayer sampai ke kota al-Hari di dekat tapal batas Irak – tenggara Deir Ezzor, Suriah.

Penumpukan angkatan bersenjata yang meningkat di gurun timur Deir Ezzor mengindikasikan bahwa Tentara pemerintah tengah mempersiapkan operasi besar untuk membersihkan semua wilayah dari teroris ISIS dan mengakhiri saban gerakan teroris antara gurun Deir Ezzor di Suriah dan Anbar di Irak. .

Maksud Inti prajurit ialah memulihkan keamanan berkelanjutan ke tapal batas Irak. [Sfa]

Shared by M. Najib

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.