Polisi Tajikistan Cukur Jenggot 13.000 Orang Wahabi

Kepolisian Tajikistan mencukur jenggot 13.000 orang Wahabi untuk meredam radikalisme di negeri berpenduduk kebanyakan muslim tersebut. Dengan mencukur jenggot 13.000 lelaki Wahabi, kepolisian Tajikistan dapat mengurangi sikap kasar, keras, kaku dan ekstrim pria-pria tersebut.

 

Islam-Institute, TAJIKISTANKepolisian Tajikistan sudah mencukur jenggot hampir 13.000 lelaki dan menutup lebih dari 160 toko yang menjual pakaian Muslim tradisional pada 2015 lalu,  selaku bagian dari kampanye melawan gerakan radikal dan pengaruh ideologi wahabi di negara itu.

Kepala Polisi wilayah Khathlon, Bahrom Sharifzoda menjelaskan pada konferensi pers pada hari Rabu (20/01) bahwa servis penegak hukum percaya lebih dari 1.700 wanita dan anak wanita berhenti menggunakan cadar di negara Asia Tengah yang kebanyakan penduduknya Muslim itu. Mereka juga menyakini bahwa dengan mencukur jenggot 13.000 lelaki dapat mengurangi sikap kasar, keras, kaku dan ekstrim pria-pria tersebut.

Langkah ini dipandang selaku usaha untuk melawan radikalisme yang biasa ditunaikan oleh orang-orang berjenggot. Kepemimpinan sekuler Tajikistan sudah lama melaksanakan pencegahan tradisi radikal yang terpengaruh dari negara tetangga, Afghanistan.

Menurut laporan resmi, ada lebih dari 2.000 orang Tajikista  yang ikut serta berperang di Suriah, yang tergabung dengan kelompok-kelompok ekstriom bersenjata di negara itu.

Presiden Emomali Rahmon, dikenal senantiasa mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan sekularisme dan melarang keyakinan dan praktik yang ia lihat selaku ancaman keamanan negara atau untuk stabilitas Tajikistan, kata Radio Liberty.

Pada bulan September, Mahkamah Agung Tajikistan juga mencegah Partai Politik Islam radikal yang terdaftar di negara itu, yang dikenal dengan “Renaissance Partai Islam Tajikistan”. Hal ini sesudah berbulan-bulan ujaran kebencian dan aksi anarkis senantiasa didengungkan partai Islam radikal tersebut.

Pada bulan Desember, parlemen memberikan Presiden penghargaan selaku “Pemimpin bangsa” dan secara resmi menuding dia “Pendiri perdamaian dan persatuan nasional Tajikistan”.  (AL/ARN/AU/Aljazeera)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :