Polisi Jelaskan Kronologi Penghadangan Habib Bahar dan Hanif di Manado

Polisi Jelaskan Kronologi Penghadangan Habib Bahar dan Hanif di Manado

Polisi Jelaskan Kronologi Penghadangan Habib Bahar dan Hanif di Manado

Habib Bahar bin Smith – Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar bin Ali bin Sumaith sempat dihadang waktu menginjakkan kaki di Kota Manado, Sulawesi Utara, untuk ikut hadir haul akbar ke-7 Al-Habib Ali bin Abdurrahman bin Sumaith. Habib Hanif ialah menantu imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Polisi memberikan penjelasan Soal pengamanan ke 2 habib tersebut.

“Waktu ini situasi secara umum telah kondusif. Amat kondusif. Kami melaksanakan pengamanan sampai pukul 03.00 Wita dan pada pukul 06.00 Wita, personel dari Polda Sulawesi Utara melaksanakan pengawalan kepada Habib sampai bandara, sampai Habib naik pesawat Garuda Indonesia direct dari Manado ke Jakarta,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ke detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).

“Keduanya ke Manado untuk ikut acara haul dan doa berbarengan yang dihelat di Masjid Habib Alwi bin Sumaith di Kelurahan Karame, Kota Manado, Senin (15/10) malam,” sambung Dedi.

Dedi menerangkan sungguh sempat terjadi penghadangan kepada ke-2 habib tersebut dari masarakat adat. Penghadangan dikerjakan di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

“Warga adat yang Tidak mau berkumpul dari pagi. Lantas pada siang sampai sore hari, kami terus berdiskusi dengan perwakilan-perwakilan masarakat adat untuk menjaga kamtibmas,” kata Dedi.

“Warga adat tidak mencegah acara haul. Mereka mempersilakan acara keagamaan tetap berlangsung tapi tanpa Habib Bahar dan Habib Hanif,” cerita Dedi.

Loading...
loading...
Polisi Jelaskan Kronologi Penghadangan Habib Bahar dan Hanif di Manado
Foto Habib Bahar bin Smith, Seorang Pesilat Tangguh.

Situasi di tempat acara haul sempat memanas

Dedi menceritakan penolakan oleh masarakat adat bergulir sampai malam hari. Polisi berbarengan TNI, Pemprov Sulut, serta para pemangku keputusan strategi terus mengajak masarakat adat menjaga ketertiban dan keamanan. Pihak panitia haul pun diikutsertakan dalam perbincangan.

“Ke-2 habib akhirnya sukses keluar dari bandara dan ikut aktifitas haul dan doa berbarengan. Kami minta seluruh pihak menahan diri dan saling menghormati,” kata Dedi.

Masih kata Dedi, situasi di tempat acara haul sempat memanas oleh masarakat adat sebab kehadiran Habib Bahar dan Habib Hanif. Warga adat membubarkan diri sesudah aparat menembakkan gas air mata.

“Beberapa anggota Polri yang mengalami korban cedera akibat lemparan batu dan beberapa orang ormas adat Minahasa yang diamankan berbarengan barang bukti sajam, batu, dan kayu untuk proses penyidikan lebih detail,” tegas Dedi.

“Pukul 03.00 Wita, Wakapolda Brigjen Asadoma berbarengan Direktur Intelkam Polda Sulut Kombes Budhy Herwanto Sampai di tempat, lalu memediasi ke masarakat adat untuk tidak melaksanakan tindakan anarkis,” sambungnya. [ARN/Detik]

Loading...

ArrahmahNewsShared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :