Polisi Buru Sosok Pembawa Bendera HTI

Polisi Buru Sosok Pembawa Bendera HTI

Polisi Buru Sosok Pembawa Bendera HTI

Ilustrasi, Massa HTI tengah berdemo (Foto: Instagram/@hizbuttahririd)

Kepolisian mengumumkan sudah mengetahui identitas pembawa bendera yang dibakar waktu warning Hari Santri Nasional di Garut, Senin (22/10) kemarin. Pembawa bendera itu sejauh ini masih dalam pengejaran polisi.

“Bendera dari mana tengah dikejar, sebab yang bawa bendera telah diketahui identitasnya dan Polres Garut masih melaksanakan pengejaran,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jend. Polisi Setyo Wasisto di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (23/10).

Setyo belum mampu memastikan dari unsur mana pembawa bendera tersebut. Kendati seperti ini, pembawa bendera itu Ikut berkoalisi dengan iring-iringan santri yang ikut hadir acara warning Hari Santri di Garut tersebut.

“Turut santri ke Limbangan. Kira kira 1 setengah 2 jam ke Garut. Dia ikut (pembawa bendera) 1 orang,” kata Setyo.

Polisi pun akan mendalami motif pembawaan dan pembakaran bendera tersebut. Sejauh ini, polisi sudah meneliti 3 orang saksi, yaitu ketua panitia dan 2 pembakar. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku membakar sebab menganggap bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid itu selaku bendera Hizbut Thahrir Indonesia (HTI).

“Penjelasan sementara 3 orang diamankan Polres Garut bahwa mereka membakar bendera HTI yang sudah dinyatakan terlarang oleh UU,” kata Setyo.

Dalam hal ini, Setyo menjelaskan, penyidik tetap menggali Penjelasan dari 3 orang yang diamankan. Tetapi, status tersangka dari 3 orang tersebut belum ditetapkan.

Loading...
loading...

Pembakaran bendera itu terjadi waktu perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Alun-alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10). menurut laporan polres setempat, pembakaran itu terjadi pada pukul 09.30 WIB. Pada pukul 14.30 WIB, acara warning Hari Santri Nasional itu selesai.

Tetapi, video pembakaran tersebut lantas jadi viral dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet. Kepolisian pun cepat melaksanakan beberapa tindakan. Mereka berusaha untuk melaksanakan take down video viral tersebut supaya tidak menimbulkan keributan. Polisi lantas melaksanakan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta Penjelasan dari saksi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo menjelaskan, polisi belum mampu mengambil kesimpulan, apakah bendera yang dibakar tersebut milik HTI atau cuma bertuliskan kalimat tauhid. “Jadi nanti kami akan panggil saksi ahli pidana hukum Islam berhubungan dengan tulisan (kalimat tauhid) tersebut,” kata Trunoyudo, Selasa (23/10).

Menko Polhukam Wiranto juga meminta Polri dan Kejaksaan Agung memperjelas masalah pembakaran bendera bertuliskan tauhid. “Dalam rangka memperjelas permasalahannya, klarifikasi dan pendalaman akan Dilakukan oleh pihak Polri dan Kejaksaan RI,” ucap Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Ia menjelaskan, tidak ingin situasi yang berkembang terkait Perkara tersebut digunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengganggu Kedamaian warga. menurutnya, siapa pun dan pihak mana pun yang mencoba menggunakan situasi tersebut untuk hal-hal buruk sudah mengkhianati pengorbanan para pendahulu bangsa.

Ketua MUI Garut Sirodjul Munir mengumumkan, sudah menyerahkan problem insiden pembakaran bendera untuk ditangani pihak kepolisian. “Kami setuju dan menerima kalau masalah ini diproses pihak kepolisian. Kapolres pun sigap menangani problem ini,” ucap Sirodjul Munir.

Ia percaya pihak kepolisian secara profesional bisa menangani Perkara pembakaran bendera itu.

(republika/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :