Polisi Bantah Tudingan UAS Masalah Penangkapan Panitia Ceramah

Polisi Bantah Tuduhan UAS Soal Penangkapan Panitia Ceramah

Polisi Bantah Tudingan UAS Masalah Penangkapan Panitia Ceramah

JAKARTA – Ustaz Abdul Somad (UAS) membongkar ancaman berupa gangguan yang membikin ceramahnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur batal. Polisi menjelaskan tidak ada penangkapan kepada panitia acara.

“Tidak ada penangkapan kepada panitia kajian agama Ustaz Abdul Somad tersebut,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ke detikcom, Senin (10/9/2018).

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq menjelaskan apa yang disampaikan UAS soal penangkapan panitia kajian agama di Gubug, Grobogan, tidak benar. Polisi menduga UAS menerima berita yang salah.

“Mungkin UAS terima beritanya salah itu,” kata Choiron dikonfirmasi detikcom melalui telepon.

Choiron menceritakan kajian agama diselenggarakan di Kecamatan Gubug, Grobogan, Juli 2018. Polisi waktu itu memediasi antarpihak yang pro dan kontra adanya kajian agama yang mengundang UAS. Choiron mengatakan dengan tegas bukan menangkap atau menculik panitia, tapi memediasi.

“Kita itu malah memediasi. Bukan menculik. Kita tidak bernyali (menculik). Bukan penculikan. sebelum ini kita telah tahu ada yang, apa namanya, tidak terima. Tidak setuju. Makannya kita mediasi,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengklaim tidak mencium adanya gangguan yang dimaksud UAS dalam video yang beredar luas. Pihaknya tidak tahu penyebab batal dan Sangkaan gangguan yang dimaksud panitia.

“Faktor jika diganggu pihak tertentu, saya belum mencium ada gerakan. Jika misalnya kayak di luar (luar Kudus), Jepara dan Semarang kan kelihatan itu. Jika di Kudus, saya tidak menguping,” kata Agusman dikonfirmasi detikcom.

Loading...
loading...

sebelum ini, legitimasi itu diungkap UAS lewat video yang beredar di media sosial, Senin (10/9). Dalam video itu, UAS berbicara waktu Ada di dalam mobil.

UAS menceritakan, waktu akan berceramah di Kudus, Jawa Tengah, awalnya panitia mengumumkan seluruh persiapan telah selesai. Setelah acara, panitia baru menjelaskan ada gangguan. Hal yang sama terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Bahkan, kata UAS, panitia menjelaskan ada beberapa anggotanya yang ditangkap polisi.

“Ternyata sesudah acara baru ngaku. Tadi malam itu sesungguhnya beberapa yang mengganggu, (panitia) ditangkap,” ungkapnya.

UAS heran argumentasi acara tersebut ‘diganggu’. Padahal acara itu tidak membicarakan politik.

“Kita bukan cerita problem revolusi, problem politik, nggak ada,” ujar UAS. [ARN]


Source by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :