Polda Jabar Tidak Temukan Unsur Pidana, Polisi Buru Pemilik Bendera HTI

Kronologi Sebelum Bendera HTI Dibakar di Garut

Polda Jabar Tidak Temukan Unsur Pidana, Polisi Buru Pemilik Bendera HTI


Polda Jabar

BANDUNG – Penyidik dari Polda Jawa Barat (Jabar) sudah melaksanakan gelar perkara terkait insiden pembakaran bendera mirip organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Hasilnya, tidak ditemukan unsur pidana pada member Banser yang membakar bendera tersebut.

Baca: Ada Penyusup! PBNU Menyebut Aparat Kecolongan soal Bendera HTI

Waktu ini, penyidik Polda Jawa Barat tengah mencari keberadaan pemilik bendera tersebut. Polisi ingin menggali motif lelaki misterius itu membentangkan bendera mirip HTI waktu warning Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Limbangan, Garut pada Senin 22 Oktober 2018 kemarin.

“Waktu ini, konsentrasi kami ke sana (mencari pemilik bendera),” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana waktu dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (25/10).

Langkah tersebut ditunaikan selaku bagian pilihan mengungkap Perkara yang jadi sorotan publik tersebut. Karena, kemunculan bendera dan ikat kepala berkelir hitam itu yang Disangka jadi pemicu tindakan pembakaran.

Baca: Gus Yaqut: Bendera HTI Ditemukan di 9 Wilayah pada Perayaan Hari Santri

Padahal panitia warning HSN dan peserta sudah setuju tidak ada yang membawa atribut selain bendera merah putih.

Loading...
loading...

Setidaknya ada 3 pasal yang jadi pilihan polisi mengungkap Perkara tersebut, ialah UU ITE berpatokan untuk video pembakaran yang viral, Pasal 174 KUHP soal membikin kegaduhan dan Pasal 406 KUHP soal perusakan.

Baca: Kronologi Sebelum Bendera HTI Dibakar di Garut

“Untuk 174 KUHP kegaduhan, mengganggu rapat umum ini akan muncul pelakunya. Siapa? Ya yang menyusup tadi. Untuk Pasal 406 KUHP, si pemilik bendera wajib Hadir untuk kami untuk membikin Penjelasan. Sebab terang dalam pasal merusak sebagian atau seluruhnya atau melaksanakan perusakan (barang) sampai tidak mampu dipakai wajib ketemu pemiliknya untuk menentukan siapa yang jadi korbannya,” ujar Umar. (ARN/Merdeka)


ArrahmahNews
Shared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :