Plot AS, Perubahan Batas Geografi Timteng

Plot AS : Perubahan Batas Geografi Timteng

Plot AS, Perubahan Batas Geografi Timteng

Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami menjelaskan, ketika ini ada dua skenario geografi penting yang sedang dilancarkan AS di wilayah dengan maksud demi merusak tapal batas negara geografi regional.

Amir Hatami dalam Kongres Geografi Iran ke-13 yang berlangsung di Tehran hari Kamis (21/6) menerangkan problem skenario AS di Timur Tengah, dan menjelaskan bahwa sistem Sykes–Picot ialah ide yang lahir dari pemikiran Barat yang ambisius, imperialistik dan pragmatis, yang dipaksakan kepada wilayah.

Menhan Iran menilai pembagian geografi baru selaku plot lain yang sedang dilancarkan AS di Timur Tengah.

“Musuh memerlukan pengecilan dan pengkotak-kotakan negara-negara regional untuk kepentingan imperialismenya,” ujar Amir Hatami.

Di akhir tahun 2013, New York Times mempublikan sebuah laporan mengenai lima negara Arab yang bakal berubah sebagai empat belas negara baru.

Rangkaian data mengindikasikan bahwa AS memanfaatkan peran negara regional seperti Arab Saudi demi melancarkan plot separatisme selama banyak tahun terakhir dengan maksud membagi-bagi negara yang ada ketika ini sebagai kepingan lebih kecil.

Proses ini makin tampak terang pasca kejadian serbuan 11 September 2001 yang ditandai dengan serbuan ke Afghanistan, dan dilanjutkan agresi angkatan bersenjata ke Irak. Problem utamanya ndak berhenti sampai di sana, tapi Washington mengejar target jangka panjang.

Seterusnya, AS menyulut berbagai perang dengan melibatnya proksinya. Gedung Putih membidani kelahiran kubu teroris semacam Al Qaeda, seusai itu Daesh demi meraih tujuannya di wilayah. Para analis strategi menyebutnya selaku perubahan tapal batas negara kontrak Sykes-Picot.

Pemisahan Sudan dan berdirinya negara Sudan Selatan, serbuan ke Libya, krisis Irak dan Suriah, serta agresi angkatan bersenjata gabungan Arab pimpinan Saudi ke Yaman, selaku bagian dari usaha Washington demi mewujudkan plot barunya yang disebut selaku “Timur Tengah Raya”.

Perubahan tapal batas negara geografi dan struktur politik dengan berlindung di bawah payung demokrasi, ndak lain dari politik imperialisme AS yang berusaha mengoyak keutuhan kedaulatan negara-negara regional, dan mengubahnya sebagai pecahan kecil yang dapat dikontrol Gedung Putih.

Loading...
loading...

Menyikapi realitas tersebut, menteri pertahanan Iran menyinggung sejumlah negara wilayah yang mengira dirinya dekat dengan AS bakal aman dari plot Washington tersebut.

AS dan sekutunya, terutama Inggris berusaha memecah wilayah dalam dua kutub besar dengan memanfaatkan sentimen etnis, agama dan ideologi. Maksud utamanya demi menerapkan skenario separatisme di Timur Tengah sehingga dapat mewujudkan tujuannya secara total demi menguasai wilayah.

Target AS menjaga zona aman bagi Israel dari sisi geopolitik di wilayah. Demi mewujudkan maksud tersebut, AS memerlukan negara-negara yang dapat dimanfaatkan seperti Arab Saudi, sebagaimana dikemukakan Trump sendiri, “Seperti sapi, mereka wajib diperah susunya,”.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidato yang disampaikan di depan para intelektual muda Iran, menyinggung maksud AS di wilayah. Rahbar mengingatkan, “Pemerintahan AS, pelayan jaringan berbahaya Zionis Israel internasional, musuh bangsa-bangsa independen, dan faktor pemicu utama perang di wilayah dan dunia. Mereka seperti lintah yang menghisap darah berbagai bangsa,”.(PH)

Plot AS, Perubahan Batas Geografi Timteng

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :