Planning Peledakan BOM di Hari Kemerdekaan Digagalkan Densus 88

Website Islam Institute

Densus 88 Gagalkan Planning Peledakan BOM di Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Islam-Institute, SOLO – Kepolisian sukses menggagalkan planning kejahatan terorisme dar 3 penyokong Negara Islam (ISIS). Mereka berencana meledakkan bom di kantor polisi dan gereja-gereja di Indonesia selama warning hari kemerdekaan 17 Agustus 2015 ini.

Densus 88 sukses menahan beberapa orang di Solo, cuma beberapa hari sebelum warning 17 Agustus. Di antara nama-nama yang ditangkap Densus 88 ialah Yus Karman, Ibadurrahman dan Sugiyanto. Mereka ditangkap di wilayah Semanggi, Solo.

“Sebab kerja keras polisi dan dukungan dari warga, polisi sukses menggagalkan planning mereka untuk melaksanakan teror pada 17 Agustus,” Terang Irjen Pol Nur Ali sebagaimana dilansir AFP.

Lebih detail Nur Ali menerangkan mereka 3 di antaranya ditangkap ialah ahli pembuat bom berumur 29 tahun, yang lainnya membantu campuran bahan peledak, dan individu ketiga membantu dengan perencanaan dan survei target potensial.

Dalam serangkaian penggerebekan, Polisi juga ikut menyita bahan kimia yang dipakai dalam perakitan bom, bahan peledak, detonator bom, dan bendera ISIS.

Inilah planning serbuan ke-1 yang diplaningkan oleh simpatisan ISIS di Indonesia. Bagian narasumber dari Detasemen Spesial 88, mengumumkan bahwa orang-orang yang ditangkap mempunyai hubungan dengan jaringan anggota milisi di Suriah.

Kubu ini Disangka diberikan perintah dan pendanaan oleh muslim ekstrim Indonesia yang sekarang jadi member ISIS di Suriah. Bom rakitan dibuat dalam kios ponsel sebelum disimpan di kamar kost.

Adapun pemerintah mengakui bahwa memastikan sel aktif ISIS di Indonesia terlalu sulit. Yang tercatat  ada 350 orang Indonesia berkoalisi dengan ISIS dalam 2 tahun terakhir. Mereka tercatat menggunakan paspor maha siswa atau buruh migran.

Tengah yang sulit tercatat ialah mereka yang sudah jadi buruh migran yang telah tinggal di Jiran negara Timur Tengah. Mereka berangkat dari sana untuk melakukan registrasi langsung ke negara terorisme ISIS. Begitu mereka pulang kampung, mereka telah jadi sel aktif tanpa kepergok. (AL/ARN/MM/BerbagaiMedia)

 

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.