PKS Terus Rontok, Kadernya Ramai-ramai Kompak Mengundurkan Diri

PKS Terus Rontok, Kadernya Ramai-ramai Kompak Mengundurkan Diri

PKS Terus Rontok, Kadernya Ramai-ramai Kompak Mengundurkan Diri

Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di daerah ramai-ramai kompak mengundurkan diri dari keanggotaan partainya. Ada apa sesungguhnya dengan partai tersebut?

Awalnya kejadian heboh waktu puluhan pengurus dan kader PKS Banyumas mengundurkan diri. Mereka menilai pakta integritas yang wajib diteken kader bermodel pemaksaan.

“Modelnya lebih ke arah pemaksaan, jikalau tidak mau tanda tangan dinilai tidak loyal. Sehingga size-nya kita yang telah bertahun-tahun kok Mendadak tandatangan. Sementara mereka yang tidak pernah aktif apa-apa Mendadak tandatangan dinilai loyalis,” ucap Pembina Kader DPD PKS Banyumas Arif Awaludin waktu dihubungi detikcom, Rabu (24/10).

Baca juga: Ini ‘Pakta Integritas’ yang Buat Pengurus Daerah PKS Rontok

menurutnya para pengurus dan kader tidak mau menyepakati pakta integritas sebab tidak pada mekanisme yang pas dalam sebuah organisasi. Padahal permintaan menyepakati pakta integritas itu turun langsung dari DPP PKS.

“Petunjuk itu kan dari DPP, (semestinya) ada SK nya. SK DPP nomor sekian, SK DPW dan SK DPD, ini tidak ada kayak begitu. Sampai-tiba saban kader diminta untuk memberikan tekad bulat,” ucapnya.

Dia mengklaim juga tidak memegang surat pakta integritas itu. Pakta integritas itu, kata Arif dipegang oleh DPD PKS. Dirinya cuma memperoleh surat untuk Hadir dan ikut menyepakati pakta integritas.

“Sekilas isi surat itu tuntutan pada loyalitas. Kalo buat kita secara formal siapa dulu ni yang minta kan. Sebab selama ini tidak diminta, semenjak dulu tidak ada tradisi seperti ini. Itu tidak pas, apa sih susahnya mengeluarkan SK, artinya ada sesuatu yang disembunyikan,” ujarnya.

Loading...
loading...

Baca juga: Kader PKS Mojokerto Ramai-ramai Mengundurkan Diri

Rupanya, langkah mundur itu tidak cuma terjadi di Banyumas. Lebih dari 60 orang kader Inti DPD PKS Kabupaten Mojokerto disebut-sebut juga sudah mengundurkan diri.

“Yang mundur dari PKS Mojokerto kisaran 60 kader Inti atau kader terbina, kisaran separuhan. Unsurnya pengurus harian, pengurus kecamatan, serta kader non struktural,” kata eks Ketua Majelis Pertimbangan DPD PKS Mojokerto Luqman Fanani waktu dihubungi detikcom, Kamis (25/10/2018).

Bahkan info dari eks kader PKS lainnya menyebut hitungan total kader partai yang mundur kisaran 100 orang. Dari hitungan total itu, 12 orang pengurus DPD PKS Mojokerto.

Di antara puluhan kader PKS Mojokerto yang mengundurkan diri ialah Luqman. Luqman mengklaim berkiprah bareng PKS semenjak ke-1 partai ini berdiri, ialah tahun 1998.

Baca juga: Mundur Berjamaah, Kader PKS Banyumas: Pakta Integritas Pemaksaan

“Saya secara legal mengundurkan diri Sabtu yang lalu (20/10),” ujarnya.

Pihak DPP PKS pun angkat bicara soal fenomena tersebut. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin menjelaskan pakta integritas yang disebut juga ‘Ikrar Janji Setia’ itu bagian dari usaha PKS menjaga kesolidan. meskipun sedemikian, DPP PKS mempersilakan kadernya mengambil jalan lain kalau tidak setuju dengan ‘Ikrar Janji Setia’ tersebut.

“Berhadapan dengan Pemilihan Umum 2019, kami berharap struktur dan kader PKS mempunyai soliditas yang tinggi, sehingga struktur menyelenggarakan aktifitas ikrar ke semua kader PKS untuk berjuang memenangkan PKS pada Pemilihan Umum 2019,” kata Suhud ke awak media, Kamis (25/10/2018).

Suhud menjelaskan ‘Ikrar Janji Setia’ ialah keputusan strategi internal PKS yang sah dikerjakan saban partai sesuai dengan AD/ART. Dia menjelaskan saban kader PKS diberi kebebasan untuk memilih melaksanakan ikrar itu atau tidak.

“Hal itu jadi hak pribadi masing-masing kader. Kader yang tidak berkenan dengan keputusan strategi partai, tentu saja diberi kebebasan untuk mengambil jalannya sendiri. Tidak ada paksaan,” ujarnya.

(detik.com/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :