Pihak Berwenang Abaikan Kubu Anti Pancasila dan NKRI ?

Kenapa pihak berwenang enggak tegas tindak gerakan kubu anti Pancasila dan NKRI, padahal malah gerakan paham-paham anti pancasila berkemungkinan besar besar ancam keutuhan NKRI….

 

 

Islam-Institute, Jakarta – Akhir-akhir ini bermunculan paham atau gerakan anti pancasila selaku ideologi berbangsa dan bernegara. Paham-paham ini terlalu mengancam keutuhan NKRI. sebab mereka malah mempunyai misi untuk mendirikan Negara Islam atau sistem khilafah di bumi Indonesia. Gerakan semacam ini tetap berkembang baik secara sembunyi-sembunyi atau dikerjakan dengan terang-terangan.

Gerakan-gerakan tersebut terkadang diremehkan oleh beberapa kalangan tatkala mereka nggak muncul ke permukaan. Ndak sedemikian sesungguhnya sebab gerakan-gerakan ini tetap berkemungkinan besar jadi ancaman besar bagi Pancasila dan keutuhan NKRI khususunya dalam pandangan penduduk nahdliyin. Pada waktu keadaan sedemikian, malah pihak berwenang juga nggak bertindak tegas kepada gerakan anti Pancasila tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Anor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto meminta supaya penduduk nahdliyin berkomitmen bahwa Pancasila dan Negara Republik Indonesia (NKRI) ialah harga mati dan wajib diimplementasikan oleh bangsa Indonesia.

“Langsung buat komitmen berbarengan soal Pancasila dan NKRI harga mati itu dan sungguh-sungguh diimplementasikan, soalnya beberapa gerakan yg mulai berani anti pancasila tapi nggak ada tindakan dari pihak berwenang,” tegasnya, Ahad (28/2) lalu di Jombang.

Ia mengklaim enggak jarang pengikut gerakan tersebut mengelak tatkala ditegur dan diingatkan, mereka beralasan nggak ada aturan atau larangan memperluas misi dan gerakan mereka. “saat diingatkan jawabnya gak ada aturan. Nah, komitmen tadi mampu buat referensi untuk membikin dan mempertegas aturan itu, yg kemudian dibutuhkan untuk mengambil tindakan,” imbuhnya.

Sementara sosialisasi pemerintah soal Pancasila dan empat pilar republik Indonesia selaku bagian jalan penyelesaian dinilai nggak begitu berpengaruh tanpa adanya tindakan tegas untuk menghadang gerakan mereka yang telah menjamur. “Jangan cuma kampanye bolak balik soal pancasila atau empat pilar tapi nggak ndang (cepat) ditindak siapa yang telah mulai berani melawan 4 pilar itu,” ujarnya.

Lebih detail Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Ahamad Samsul Rijal menjelaskan bahwa penduduk nahdliyin mempunyai tugas penting untuk menindak lanjuti maraknya gerakan tersebut, waktu ini mereka telah melaksanakan berbagai cara untuk mempengaruhi warga kecil khususnya.

“Sebuah penyadaran sekaligus gerakan dengan ghirah nahdliyyah supaya seluruh tatanan bangsa dikembalikan, disemangati dan berpedoman kpd Pancasila selaku azas tunggal dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. No khilafah, No Negara Islam, No sosialis dan No liberal,” ucapnya.

Waktu ini, lanjut Rijal sapaan akrabnya Pancasila nggak seperti yang kita kenal selama bersekolah. lima sila dalam Pancasila yang kita kenal sudah berubah yaitu kemanusiaan yang maha esa (humanisme yang liberal), ketuhanan yang adil dan beradab (ideologi agama yang liberal), pluralisme universal (kesatuan selaku pasar besar yang bebas), demokrasi langsung, bebas dan terbuka (liberalisme dalam politik) dan keadilan untuk seluruh bangsa (liberalisme dalam berbangsa-bernegara).

Ia menambahkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur juga akan membicarakan terkait gerakan anti pancasila pada tanggal 1 Maret 2016 di Hotel Mirama Surabaya dengan bentuk seminar. 

“Alhamdulillah, kemarin di PWNU Jawa Timur berjumpa dengan ketua PWNU, beliau matur untuk disampaikan kpd PCNU Jombang bahwa pada tanggal 1 Maret 2016 PWNU mengundang PCNU empat orang dan Pesantren dua orang dalam Seminar Nasional “kembali ke pancasila” di Hotel Mirama Surabaya. Ada empat narasumber yang akan menyampaikan,” katanya. (Syamsul Arifin/Fathoni/NU Online)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :