Pesan Denny Siregar Terhadap Anak Bangsa ‘STOP GOLPUT’ Cara Lawan Radikalisme

Pesan Denny Siregar Terhadap Anak Bangsa ‘STOP GOLPUT’ Cara Lawan Radikalisme

Pesan Denny Siregar Kepada Anak Bangsa
Pesan Denny Siregar Terhadap Anak Bangsa

JAKARTA – Inilah pesan Denny Siregar terhadap anak negeri “STOP GOLPUT”. Jika wajib saya buka ancaman-ancaman terhadap saya, pasti kalian ngeri. Mulai dari bunuh, penggal, darahnya halal bersaing dengan tudingan syiah, liberal, kafir, penjilat dan segala macam makian dari mereka yang profile picturenya amat agamis dan waktu menshare status soal Tuhan membikin tidak sedikit orang menangis.

Inilah orang-orang yang kelak bakal melaksanakan persekusi secara fisik waktu menguasai negeri ini. Inilah orang-orang yang bakal mengintimidasi orang per orang yang tak sama pandangan dengan datang bergerombol dan menebarkan ancaman-ancaman bahkan terhadap pasangan, orangtua dan bocah-bocah di rumah cuma supaya kita diam.

Baca: Strategi ‘Gila’ Joko Widodo Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta

Pada bulan Februari 2011, orang-orang yang merasa sebagai Tuhan ini menyerbu rumah yang diduga penganut Ahmadiyah di Cikeusik Banten. Mereka membakar rumah dan menghabisi 3 orang yang mereka anggap kafir itu.

Videonya bahkan disebarkan dan membikin hati miris menyaksikan seonggok tubuh yang terbaring dihajar habis-habisan, dipukul dengan kayu bahkan kepalanya dilempari batu besar. Mereka merasa telah berbuat benar dengan menghilangkan nyawa orang.

Apakah model-model orang seperti ini yang kita serahkan diri kita demi menguasai negeri ini?

Saya, kau, saudaramu, pasanganmu, anak-anakmu bakal sebagai korban-korban selanjutnya sebab tak sama pandangan dengan mereka. Mereka bakal tumbuh besar dimana-mana dan berkuasa atas nama agama.

Jangan bicara keberanian melawan kaum radikalis jika belum berani membubarkan HTI. Dan organisasi seperti ini bakal tumbuh lagi seperti jamur di musim hujan, waktu mereka mempunyai pemimpin negeri yang memelihara dan tunduk pada kemauan kaum konservatif yang senantiasa mengakui agama dan ulama milik mereka.

Baca: Denny Siregar: HTI Dibubarkan, Joko Widodo Tabuh Perang Terbuka Hadapi Kubu Radikal

Ndak pernah ada niat saya sedikitpun demi golput di Pemilihan presiden tahun depan. Kalaupun saya pernah mecatat sebuah desakan demi menarik suara kalau penyidikan dihentikan, itu sekedar sebuah motivasi supaya aparat dan pemerintah jangan takut melawan mereka sebab tekanan.

Golput buat saya ialah kekalahan. Memilih diam ketika suara kita dibutuhkan supaya negeri ini tetap seperti sekarang ini ialah kepengecutan. Seberapa besarpun alasan.

Maukah kalian waktu orang-orang pengancam dan pencaci maki itu tumbuh besar di negeri ini? Apakah itu yang kalian harapkan? Jangan bilang berjuang jika baru kena pukul sekali saja lalu mengkerut seperti kolor kepanasan.

Kau, kau dan kau, yang bicara Golput bakal menyesal satu waktu sebab telah membiarkan anarkisme tumbuh berkembang. Kalian Nggak disuruh berjuang dengan mempertaruhkan nyawa, tapi cukup dengan satu suara. Begitu sulitkah?

Baca: Denny Siregar: Kawal Joko Widodo Artinya Lawan Agenda Kubu Radikal

Memilih pemimpin yang benar ialah sebuah keharusan. Kita beri kesempatan terhadap para pemberani demi kembali memimpin negeri ini supaya mereka menuntaskan seluruhnya pekerjaan. Kita kawal seluruhnya visi mereka demi membangun bangsa dengan suara.

Kalau ingin melawan radikalisme, jangan pilih orang yang mengayomi mereka. Tetapi lawanlah dengan memilih orang yang melawan mereka. Dan sampai sekarang, buat saya, cuma Joko Widodo yang mampu menahan mereka, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Baca: Ikut Nabi atau Ikut Khilafah HTI ala ISIS dan Al-Qaeda?

Jangan ngaku Pancasila, jika baperan. Sebab Pancasila dibangun diatas darah dan airmata para pejuang yang lebih sering kalah sebab persenjataan dari penjajah, daripada menang. Tetapi mereka Nggak pernah mundur, sebab keyakinan. Bahwa suatu ketika, kita bakal hidup dengan damai dan bergandengan dan sebagai bangsa yang besar dengan full kebanggaan.

Dan ketika itu pasti bakal datang.

Saya anak negeri yang semenjak lama resah dengan situasi ini. Dan waktu ada pemimpin yang berani melawan dan membawa perubahan, saya bakal berada di belakang dia, anggota milisi, tanpa sedikitpun keraguan. Angkat secangkir kopi, kalau kita sehati. (ARN/DennySiregar)



Source by Samsul Anwar

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :