Home / Berita Arab Saudi / Persamaan Pembesar Teroris ISIS dan Pembesar Arab Saudi

Persamaan Pembesar Teroris ISIS dan Pembesar Arab Saudi

Fakta Persamaan Pembesar Teroris ISIS dan Pembesar Rezim Arab Saudi

Ada Seorang komentator menyampaikan penilaian sinisnya dengan mengatakan bahwa dilema ISIS dan Arab Saudi kini telah semakin jelas. Mereka ternyata sama saja, bukan cuma dalam mengeluarkan fatwa pengkafiran (takfiri) saja, dan juga bukan hanya sama dalam fanatisme buta saja, tetapi juga sama dalam kecanduan pil Narkoba dan pil captagon.

Islam-Institute, AMERIKA – Secara fakta, ada banyak hubungan dan kesamaan antara ISIS dan rezim Arab Saudi. Hubungan itu tidak hanya terbatas pada persamaan ideologi takfiri (Wahabisme), doktrin pembantaian dan eksekusi mati, akan tetapi juga pada prilaku pribadi para pembesar ISIS, para penguasa Daulah Islamiyah dengan para pembesar kerajaan Arab Saudi. Demikian menurut kantor berita Obelisk (22/11).

Menurut seorang pejabat AS menyebutkan Pertama, mereka sama-sama suka memakai pil Captagon, di mana para anggota ISIS suka mengkomsumsi dan menggunakan stimulan pil Captagon guna mendapatkan rasa sukacita serta energi tinggi.

Dr Robert E. Kissling, seorang psikiater di rumah sakit Mide Star di Washington, menjelaskan pengaruh dari pil stimulan tersebut adalah hanya dengan sekali pemakaian saja dapat menjadikan orang yang mengkonsumsinya kuat terjaga hingga beberapa hari, tanpa perlu untuk tidur. Pil stimulan itu memberikan rasa senang dan kecanduan dan merasa tak terkalahkan serta merasa bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang dapat membahayakan dirinya.

Disebutkan bahwa para pembesar ISIS dan para pejabat di Arab Saudi sama, dalam artian mereka sama-sama suka mengkonsumsi pil antidepresi Captagon itu.

Sementara itu menurut salah satu anggota Lembaga Pertahanan Demokrasi, Daveed Gartenstein-Ross menyebutkan “Anggota organisasi teroris Al-Qaeda di Irak, mereka dikenal suka mengkonsumsi pil stimulan amfetamin yang memungkinkan mereka untuk menahan rasa sakit dan nyeri saat tertembak dan membuat mereka lebih berani saat berada di medan pertempuran.”

Yuri Fedotov selaku kepala the United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mengatakan saat konferensi pada bulan Juni “dapat dipastikan bahwa Jabhah al-Nusra dan ISIS mendapatkan kemudahan penyelundupan bahan kimia untuk produksi Captagon”.

Mantan pejabat di Departemen Keuangan yang kini bekerja di Institut Washington dalam bidang Kebijakan Timur Tengah Matthew Levitt mengatakan “dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan produksi pil itu di Suriah dan Lebanon, dan ada laporan bahwa hasil dari produksi pil tersebut digunakan untuk mendanai beberapa pasukan militan bersenjata dan kelompok teroris di Suriah.”

Hampir sama dengan di atas dilaporkan bahwa salah satu pengeran Saudi ditangkap di bandara Rafik Hariri Beirut, Lebanon yang mencoba menyelundupkan dua ton pil Captagon.

Fakta yang sama sebagaimana disebutkan dalam banyak cerita bahwa para pangeran Saudi, mereka kecanduan berbagai jenis Narkoba dan beberapa dari mereka mati karena itu.

Seorang komentator menyampaikan ungkapan sinisnya dengan mengatakan bahwa dilema ISIS dan Arab Saudi kini telah menjadi jelas. Mereka ternyata sama, bukan hanya dalam fatwa pengkafiran (takfiri) saja, dan juga bukan hanya sama dalam fanatisme, tetapi juga keduanya sama dalam kecanduan pil Narkoba, pil captagon.  (AL/ARN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Islam Institute, No Image Available.

Fatwa Ulama Saudi: Muslim Boleh Salat di Masjid Syiah dan di Gereja

Telah terbit Fatwa Ulama Saudi Abdullah bin Sulaiman Al-Manea bahwa Muslim Boleh Salat di Masjid Syiah ...