Pernyataan Sikap PBNU mengenai hal Kejadian Pembakaran Bendera HTI di Garut

Pernyataan Sikap PBNU tentang Peristiwa Pembakaran Bendera HTI di Garut

Pernyataan Sikap PBNU mengenai hal Kejadian Pembakaran Bendera HTI di Garut

PBNU menggelar konferensi pers terkait pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat. (Foto: Lisye Sri Rahayu)

Berikut pernyataan komprehensif sikap PBNU mengenai hal kejadian di Garut:

Pernyataan Sikap Mengenai hal Kejadian di Garut

Mencermati kejadian pembakaran bendera HTI oleh Member Banser di Garut Jawa Barat tanggal 22 Oktober 2018, dengan ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengumumkan sikap:

1. Selaku bentuk jaminan atas tegaknya Negara Kesatuan Republik lndonesia, maka segala bentuk usaha yang mengarah pada tindakan makar mesti ditindak tegas.

Loading...
loading...

2. menurut laporan Tim Pencari Fakta yang dibentuk PBNU, pengibaran dan pemasangan bendera HTI di tempat Apel Hari Santri Nasional 2018 terjadi di nyaris semua Wilayah Jawa Barat, seperti Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar, Bandung, Tasikmalaya, dll. itu artinya ada usaha sistematis untuk melaksanakan infiltrasi dan provokasi kepada penyelenggaraan Apel Hari Santri Nasional 2018. Di bermacam tempat, bendara HTI tersebut sukses ditertibkan dan diberikan ke aparat keamanan sesuai SOP. Tapi yang terjadi di Garut, member Banser jadi korban dari provokasi dan infiltrasi dengan melaksanakan pembakaran bendera HTI di luar SOP yang telah ditetapkan. PBNU menyesalkan kejadian pembakaran bendera dimaksud. Atas dasar itu PP GP Ansor sudah mengambil tindakan yang benar sesuai ketentuan dan mekanisme organisasi. PBNU |juga menyampaikan terima kasih ke PP GP Ansor qq. Banser yang tidak terprovokasi dengan melaksanakan tindakan aksi anarkis kepada pengibar bendera HTI, baik secara verbal maupun fisik dengan mempersekusi misalnya.

3. Kami menyesalkan aparat keamanan yang kecolongan dengan tidak melaksanakan tindakan kepada pengibaran bendara organisasi terlarang (HTI).

4. Tindakan member Banser Garut tersebut didasari rasa cinta tanah air. Tidak ada landasan kebencian personal maupun kubu, apalagi dimaksudkan untuk menghina atau menodai agama. Antusias untuk mencintai tanah air ialah landasan Inti untuk melarang gerakan-gerakan yang ingin mengganti konstitusi dan bentuk negara.

5. Meminta ke seluruh pihak, Intinya penduduk Nahdliyin untuk menjaga Kedamaian dan tidak terprovokasi.

Jakarta 24 Oktober 2018

Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA
Ketum

DR. Ir. H.A. Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jend.

Download (PDF, 616KB)

(suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :