Pernah Tinggalkan Shalat? Begini Cara Menggantinya

Hasan dan Husein, Dua Cucu Kesayangan Rasulullah Saw

Pernah Tinggalkan Shalat? Begini Cara Menggantinya


Shalat wajib 5 waktu Adalah kewajiban bagi saban Muslim. Tiap-tiap Muslim yang mukallaf tidak boleh meninggalkan shalat wajib 5 waktu, bahkan tidak boleh melalaikan sampai keluar dari waktunya. Kalau meninggalkan atau melalaikan sampai keluar dari waktunya, maka shalat tersebut wajib untuk diqadha’ atau diganti.

Tapi, apakah mengganti shalat wajib ditunda sampai waktunya atau boleh dilaksanakan pada waktu yang lain?

Ulama Syafiiyah setuju bahwa shalat yang tertinggal atau sengaja ditinggal wajib diqadha’ atau diganti. Dalam mazhab Syafii, ada 2 cara mengganti shalat; yaitu fauri atau cepat diganti dan tarakhi atau ditunda.

Kalau shalat tersebut sengaja ditinggal, misal sebab lalai dan malas, maka wajib hukumnya cepat mengganti shalat tersebut meski waktunya belum Sampai.

Misalnya seseorang sengaja meninggalkan subuh sebab malas bangun tidur, maka dia wajib segara mengganti shalat subuh tersebut tanpa wajib menanti waktu subuh seterusnya. Malah kalau menunda sampai waktu subuh seterusnya, maka dia berdosa sebab dinilai lalai mengganti shalat yang ditinggal.

Kalau shalat tersebut tertinggal tanpa disengaja, seperti sebab lupa, pingsan, ketiduran atau lainnya, maka menggantinya boleh ditunda. Misalnya seseorang meninggalkan shalat subuh sebab ketiduran, maka dia boleh mengganti shalat subuh tersebut di waktu subuh seterusnya.

Tapi seperti ini, shalat yang tertinggal tanpa disengaja sebaiknya cepat diganti tanpa wajib menanti waktu seterusnya.

Loading...
loading...

Shalat yang tertinggal tanpa disengaja lebih baik untuk cepat diganti, walaupun di waktu shalat yang lain. Misalnya tidak sengaja meninggalkan shalat asar, maka hendaknya diganti pada waktu shalat maghrib atau isya tanpa wajib menunda shalat asar seterusnya.

Bahkan ulama Malikiyah dan Hanabilah menekankan bahwa shalat yang tertinggal atau sengaja ditinggal, wajib segara diganti walaupun di waktu shalat yang lain. Menurut mereka, mengganti shalat ialah bersifat fauri atau cepat dan tidak boleh ditunda sampai waktu seterusnya. Hal ini berdasar hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, Nabi Saw. bersabda;

مَنْ نَسِيَ صَلاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا

”Siapa yang terlupa shalat, maka hendaklah shalat waktu ia ingat.”

Juga hadis lain riwayat Imam Muslim, Nabi Saw. bersabda;

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Siapa yang lupa shalat, atau terlewat sebab tertidur, maka kafarahnya ialah ia kerjakan waktu ia ingat.”

Dari Penjelasan di atas bisa diketahui bahwa mengganti shalat yang tertinggal atau sengaja ditinggal tidak wajib pada waktu shalat tersebut. Bahkan lebih baik cepat mengganti shalat, tertinggal dan lebih-lebih sengaja ditinggal, walaupun di waktu shalat yang lain.

Selengkapnya, klik di sini

 

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :