Perang Kata Bolton vs Erdogan Masalah Milisi Kurdi

TEL AVIV – Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton diadukan sudah memberi tahu para pejabat Turki bahwa artikel Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang diterbitkan pada 7 Januari 2019, ialah salah dan ofensif.

Bolton, yang waktu ini tengah dalam perjalanan ke Timur Tengah berusaha meyakinkan mitra regional AS bahwa mereka tidak akan meninggalkan milisi Kurdi berjuang sendiri dalam perang melawan Daesh, dan Menegaskan bahwa Washington akan menentang serbuan kepada sekutu  Kurdi oleh Tentara Turki di Suriah, Reuters memberitahukan, mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya.

John Bolton tidak percaya bahwa dia sudah diabaikan sebab penolakan presiden Turki untuk berjumpa dengannya, sebab planning untuk perbincangan bilateral belum dikonfirmasi sebelumnya, pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya menjelaskan.

sebelum ini, Erdogan, waktu mengomentari pernyataan Bolton Soal kemungkinan operasi Turki melawan Tentara Kurdi, mengkritiknya dengan menjelaskan bahwa Turki tidak pernah dapat berkompromi Soal problem milisi YPG Kurdi, sebab menurut presiden, mereka tidak pernah sungguh-sungguh berperang melawan Daesh.

“Bolton membikin kekhilafan besar, pernyataannya tidak dapat diterima. Organisasi teroris tidak mewakili suku Kurdi. Mereka yang menyebarkan kebohongan mengenai hal Turki yang menghabisi orang-orang Kurdi di Suriah tengah mencoba mempermainkan masarakat dunia”, kata Erdogan waktu presentasinya ke fraksi parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki.

Pada 7 Januari 2019, The New York Times merilis sebuah artikel yang ditulis oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di mana ia mengevaluasi penarikan AS dari Suriah, menulis bahwa langkah Trump Penting ditunaikan dalam kerja sama yang erat dengan “mitra yang pas untuk menjaga kepentingan Amerika Serikat, perkumpulan internasional dan rakyat Suriah”.

Presiden Turki menyorot bahwa Turki ialah “satu-satunya negara dengan power dan tekad bulat untuk melaksanakan tugas itu”.

Pada pertengahan Desember, Presiden AS Donald Trump merilis penarikan Tentara Amerika dari Suriah, sesudah mengumumkan kemenangan atas Daesh – satu-satunya argumentasi, katanya, atas kehadiran prajurit di negara Arab Suriah. [Sfa]

Shared by M. Najib

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.