Peran Zionis Israel di balik Ketegangan Arab Saudi – Iran

Israel memainkan peran perlunya untuk melaksanakan penguatan hubungan dengan Arab Saudi di tengah ketegangan Arab saudi dan Iran. sebelum ini, Israel dan Saudi mempunyai kepentingan berbarengan dalam konflik Suriah. Arab Saudi berharap penghapusan rezim Bashar al-Assad, dan Israel dengan memanfaatkan ketegangan hubungan Riyadh – Tehran dapat membantu Arab Saudi dalam mencapai tujuannya di Suriah ….

 

Islam-Institute, TEL AVIV  – Sejatinya Israel dan Arab Saudi telah semenjak lama punya hubungan istimewa, hal ini juga telah jadi rahasia umum. Itulah kenapa selama ini nyaris enggak terdengar permusuhan antara Israel dan Arab Saudi, walaupun Israel membantai ummat Islam di Palestina. Nyaris enggak terdengar pembelaan Arab Saudi kepada warga Palestina yang dijajah Israel. Padahal Saudi mampu terlalu garang menghajar Yaman gara-gara hal sepele. Arab Saudi mampu terlalu arogan kepada Suriah, cuma gara-gara enggak suka dengan keberania Bashar al-assad yang enggak mau tunduk pada kemauan AS dan Barat.

Dari sisi Israel, Israel pun mengatakan dengan tegas perlunya penguatan kerjasama antara Tel Aviv dan Riyadh di tengah ketegangan Saudi-Iran. Media-media Zionis Israel secara luas memberitakan ketegangan antara Saudi dan Iran, serta menganggap hal ini selaku kesempatan bagi Israel untuk mempererat hubungan dengan Arab Saudi dalam berbagai bagian.

Ofer Israeli seorang pengamat angkatan bersenjata Israel dalam artikelnya yang berjudul, “Problem Suatu Bangsa, Berguna Bagi Bangsa lain”, yang dipublikasikan oleh situs IsraelNews24, menjelaskan, “Memanasnya hubungan Saudi – Iran ialah kesempatan terbaik bagi kita untuk memperkuat kerjasama dengan Arab Saudi”.

Dia juga menambahkan, “Perselisihan antara dua power besar di Timur Tengah, wajib jadi kesempatan bagi Israel untuk mengamankan kepentingannya di wilayah”.

Di Balik Kepentingan Israel – Arab Saudi di Timur Tengah

 

Ofer Israeli lebih detail mengumumkan bahwa Riyadh dan Israel mempunyai kepentingan berbarengan di wilayah, seperti kedua negara menganggap kesepakatan nuklir Iran dengan kubu P5+1 ialah kesepakatan terburuk yang dapat menghancur-leburkan kepentingan mereka, dan bahkan akan  lebih memperkuat pengaruh Iran di wilayah. Krisis Saudi-Iran dapat memberikan angin segar bagi Israel untuk menancapkan pengaruhnya kepada Riyadh dan membangun hubungan diplomatik yang lebih transparan lagi.

Pengamat angkatan bersenjata Israel juga mengungkapkan bahwa ketidakpatuhan Iran dalam kesepakatan nuklir dengan P5+1 akan memberikan kesempatan bagi Riyadh dan Tel Aviv untuk bersama-sama menyuarakan ke Barack Obama dan Presiden Amerika yang akan datang untuk mengambil langkah tegas dan keras kepada Tehran terkait program nuklirnya.

Dia juga menambahkan bahwa para pejabat Israel wajib melaksanakan sesuatu untuk melarang Iran dari meraih bom nuklir, dan melaksanakan sesuatu supaya Saudi bersedia memberikan fasilitas angkatan bersenjata untuk melaksanakan penyerbuan ke fasilitas nuklir Iran atau membantu Israel dalam melaksanakan penyerbuan itu.

Pengamat angkatan bersenjata itu juga menyinggung inisiatif Arab Saudi dalam normalisasi hubungan antara Arab dengan Israel, dan menambahkan kerjasama Riyadh dan Tel Aviv ditengah ketegangan Saudi-Iran mampu jadi kesempatan untuk memaksa Arab Saudi untuk mewujudkan perdamaian Arab-Israel untuk mengamankan kepentingan Israel di wilayah.

Pengamat itu juga mengumumkan kesiapan Israel dalam memberikan pelayanan data intelijen untuk menunjang agresi Saudi di Yaman. Ia juga mengatakan dengan tegas bahwa Israel bertahun-tahun sudah berpengalaman dalam melaksanakan peperangan dengan Hizbullah, dan mengumpulkan data intelijen. Mungkin saja data-data intelijen itu diberikan ke Al Saud untuk membantu mereka melawan gerakan Ansarullah Houthi Yaman.

Dia juga mengatakan dengan tegas kesiapan Israel dalam menjualan Iron Dome ke negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi. Dengan teknologi ini, maka Arab Saudi dapat ‘menangkal’ rudal udara dalam hitungan detik, khususnya serangan-serangan yang dilancarkan Houthi Yaman.

Selain itu, Ofer Israeli juga menyinggung kepentingan berbarengan Israel-Saudi di Suriah dalam menghapus rezim Bashar Assad.

Lebih detail ia menjelaskan, “Israel dan Saudi mempunyai kepentingan berbarengan dalam konflik Suriah. Arab Saudi berharap penghapusan rezim Bashar Assad, dan Israel dengan memanfaatkan ketegangan hubungan Riyadh-Tehran dapat membantu Arab Saudi dalam mencapai tujuannya di Suriah”.

Pengamat itu di akhir artikelnya, menjelaskan “Arab Saudi dalam beberapa dekade terakhir menyaksikan Amerika selaku penjamin keamanan dan pelindung tahta Al Saud, serta mengandalkan Amerika dalam ketegangannya dengan Iran. Maka Israel wajib memainkan peran perlunya untuk melaksanakan normalisasi hubungan dengan Arab Saudi ditengah ketegangan ini”. (AL/ARN/AU/AM)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

1 Comment

KOLOM KOMENTAR ANDA :