Penulis Yordania Nahed Hattar Dibunuh sebab Sindir ISIS

Penulis Yordania, YORDANIA – Jurnalis dan Penulis Yordania, Nahed Hattar meninggal dunia sesudah ditembak 3 kali di kepala. Tatkala ia berjalan ke ruang sidang pengadilan. Penulis Yordania itu hendak diadili atas tudingan menghina agama Islam.

Tetapi, tudingan kepada Nahed Hattar, ambigu. Karena, materi berupa karikatur yang jadi bahan tudingan itu sesungguhnya selaku sindiran saja. Yaitu kepada kubu ISIS atau Islamic State (IS) yang mengatasnamakan Islam dalam aksi teror ekstrimnya.

Karikatur yang secara ndak langsung jadi penyebab kematian Nahed Hattar sesungguhnya juga bukan karyanya. Penulis Yordania ini cuma ikut membagikan karikatur karya orang lain di media sosial Facebook.

Karikatur yang dishare oleh penulis Yordania itu menggambarkan, seorang lelaki berjanggut dari kubu ISIS. Pira itu sedang merokok di surga sambil berbaring di tempat tidur. Dengan ditemani wanita dan menyeru Tuhan untuk membawakan dia anggur dan kacang mete.

 

 

Penulis Yordania dibunuh atas hasutan Perdana Menteri Yordania ?

Nahed Hattar juga telah menghapus postingan karikatur itu. “Itu menyindir teroris dan konsep mereka mengenai hal Tuhan dan surga. Itu ndak menabrak kesucian Tuhan dengan cara apapun,” kata penulis Yordania itu sebelum aksi tembak terjadi.

Dia ditangkap pada bulan Agustus oleh otoritas Yordania, dan dituduh menghasut perselisihan sektarian dan menghina Islam.

Waktu ia tiba di pengadilan pada hari Minggu (25/9/2016), dia ditembak. Para saksi mata menjelaskan pelakunya ialah lelaki bersenjata. Dia berjanggut dan berumur 50-an, mengenakan pakaian tradisional Arab.

Menurut kantor berita Yordania, Petra, seorang lelaki sudah ditangkap di tempat aksi tembak di Distrik Abdali.

Keluarga Nahed Hattar menjelaskan, Perdana Menteri Yordania, Hani al-Mulki, wajib disalahkan atas kematian penulis Yordania itu.

“Perdana menteri ialah orang pertama yang menghasut melawan Nahed saat dia memerintahkan penangkapan dan mengadilinya sebab membagikan karikatur. Dan yang memicu masarakat melawan dirinya yang menyebabkan tindakan mematikan,” kata sepupu korban, Saad Hattar.

Dalam sebuah pernyataan, diumumkan oleh The Guardian, keluarga penulis Yordania itu meminta pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban. Ke seluruh orang yang sudah menghasut aksi anarkis kepada Nahed Hattar.

“Beberapa (orang) fanatik mecatat di media sosial menyerukan tindakan mematikan dan hukuman mati tanpa pengadilan. Dan pemerintah ndak melaksanakan apa pun kepada mereka,” bunyi pernyataan keluarga Nahed Hattar.

Sara Williams, seorang jurnalis yang berbasis di Yordan, menjelaskan kpd Al-Jazeera, bahwa Nehad Hattar sudah ditahan di masa lalu. Sebab posting-an kritis mengenai hal Raja Yordania. Hattar yang berasal dari kubu monoritas Kristen merupakan penyokong vokal Presiden Suriah Bashar al-Assad. Simpan

Simpan

Simpan

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :