Penjelasan Pertamina Masalah Penyaluran BBM ke Jalur Mudik Lebaran

Website Islam Institute

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengakui sudah melaksanakan beberapa usaha terkait penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dilalui kendaraan mudik lebaran tahun sekarang, khususnya di titik-titik macet. Walaupun seperti ini, dikarenakan kondisi jalanan yang macet total juga membikin penyaluran BBM tersendat sampai ke maksud.

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina menceritakan, kepadatan lalu lintas mudik lebaran amat terasa waktu pihaknya akan mendistribusikan BBM di jalur tapal batas antara Brebes dan Cirebon. Jarak terminal BBM Balongan yang cuma kisaran 40 kilometer (km) ke SPBU di daerah Losari wajib ditempuh sampai 18 jam.

“Nah itu kita bawa mobil tangki dari terminal BBM Balongan yang cuma berlokasi 40 km dari SPBU di daerah Losari itu memerlukan waktu dari jam 14.30 WIB baru sampai jam 11.00 WIB besoknya ke Cirebon. Bayangin berapa jam itu. Itu hambatan yang kami hadapi. Jadi kisaran 17-18 jam. Bayangin itu cuma 40 km aja,” kata Wianda Pusponegoro untuk Sindonews di Jakarta, Senin (4/7/2016).

 

Loading...
loading...

Wianda Pusponegoro menambahkan, permintaan BBM di SPBU kantong juga cukup tinggi. Bahkan, tangki mobil yang berisi 32.000 liter BBM sanggup ludes cuma dalam hitungan jam. Hal tersebut yang membikin Pertamina wajib mengisi kembali mobil tangki BBM ‎dan terkendala padatnya arus lalu lintas kendaraan mudik lebaran.”Itu yang membikin kita wajib mengembalikan mobil ini ke terminal BBM dan mengisi kembali. Nah, pada waktu mereka mau balik lagi ke SPBU itu tantangannya ialah lalu lintas telah cukup padat,” sambung Wianda Pusponegoro.

Oleh sebab itulah, pihak Pertamina meminta pengawalan kepolisian supaya sanggup membantu mobil tangki menembus kepadatan lalu lintas. Bahkan, Pertamina terpaksa mengambil jalur berlawanan (contraflow) untuk menghindari kemacetan lalu lintas mudik lebaran.

Loading...

“Jadi kendalanya itu aja. Tidak ada lagi. Sebab jika dari stok cukup, kita tersedia SPBU kantong. Makanya antisipasi kita ialah kita berkoordinasi dengan lebih baik dan lebih awal dengan pihak kepolisian supaya sanggup melaksanakan pengawalan di jalur-jalur yang padat,” ‎pungkasnya.  (al/sn)

 

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :