Pengungsi Suriah dan Pudarnya Kemanusiaan Negara Arab

Website Islam Institute

Pengungsi Suriah dan pudarnya kemanusiaan Negara Arab bukanlah sesuatu yg patut didiamkan. Bangsa Negara Arab sudah menggadaikan kemanusiaannya tidak peduli derita Pengungsi Suriah di Eropa. Ialah keadaan sebenarnya bahwa pemerintah negara-negara Arab makin menutup diri jadi pemerintah yang cuek kepada saudaranya sesama ras Arab.

Jutaan pengungsi Suriah yg ras Arab, termasuk para bayi, balita, orang tua sakit-sakit-sakitan. Mereka terkatung-katung di Eropa, hidup sengsara mati pun tidak mau. Kenapa mereka malah mencari suaka di negara yang bukan “saudaranya sendiri”.

Kenapa para pengungsi Suriah itu tidak masuk ke Turki, Arab Saudi atau negara-negara Arab lainnya. Kenapa malah mereka masuk ke negeri yang jauh di Eropa sana dengan segala resikonya? Bukan sebab mereka tidak mau ke Turki atau ke Arab Saudi. Tetapi apakah negara-negara Arab yang dekat dari sisi geografis itu mau menerima mereka? Apakah negara-negara Arab itu masih memegang Ajaran Nabi Muhammad bahwa sesama muslim ialah bersaudara, entahlah.

Pengungsi Suriah di Mata para Raja Arab

Lihatlah, para Raja Arab yang kaya raya menampilkan muka glamournya. Ambil contoh harga 1 sendok kepunyaan mereka lebih mahal daripada semua isi koper para pengungsi itu. Dan sendok itu tertutup rapat oleh sekat-sekat lemari perhiasan mereka.

Segunung uang hasil penjualan BBM. Dan berlimpahnya “uang suci” upeti devisa dari ummat Islam semua dunia yang mengharap surga. Yang Hadir dengan menjual sawah dan kambing mereka. Uang berlimpah itu sepertinya tidak digunakan untuk meredakan kesenjangan nasib sesama ras Arabnya. Mereka yang nota bene ialah saudara-saudaranya sendiri, sesama ras Arab dan sesama muslim.

Beberapa pejabat dari negara-negara saudara yang Tidak mau para pengungsi Suriah beralasan bahwa negara mereka berlebihan “mahal” bagi para pengungsi. Pengungsi Suriah tidak akan bertahan secara ekonomis dengan mahalnya barang dan jasa di negara-negara itu. Kecuali itu, argumentasi mereka, sulit untuk menerima orang-orang yang tak sama (aliran agama?) untuk sanggup campur.

Entah mereka menganggap para audiens bodoh atau mereka yang sungguh bodoh. Seluruh orang tahu bahwa negara-negara Eropa seperti Jerman – yang jadi bagian target Inti para pengungsi Siriah, juga ongkos hidupnya tidak berbiaya murah. Dan jelas-jelas sulit untuk dikatakan saudara (kecuali saudara sesama manusia yang berpikir dan berhati manusiawi). Apalagi kalau hendak dikaitkan dengan tataran keyakinan bahwa sesama Muslim ialah saudara.

Para pejabat ‘suci’ dari Negara-negara ‘suci’ ini mungkin berlebihan suci untuk berurusan dan bersentuhan dengan para orang tua malang. Orang-orang berbaju kotor, bau keringat, bayi-bayi bau pesing dan berisik. Dan para ayah yang berjibaku melaksanakan segala cara untuk memenuhi makan anak istrinya.

Kemanusiaan Negara-negara Arab sudah tergadaikan. Kemanusiaan negara-negara Arab sudah pudar dan sirna cuma sebab ketakutan mereka ditinggal oleh Mr Amerika. Dan kita baru saja menyambut mereka bak pahlawan suci. Wallohu a’lam. (al)

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.