Pengkhianatan Saudi ke Islam dan Pengabdian ke Zionis Israel

Begitu terang tampak di depan Ummat Islam bagaimana monarki Saudi sudah mengkhianati Islam dan betapa taatnya Arab Saudi ke Zionis Israel….

 

Islam-Institute, RIYADH – Ada sebuah artikel menarik yang ditulis di bagian kantor berita, Middle East Panorama (15/02), menerangkan mengenai hal pengkhianatan Monarki Saudi kepada Islam dan Ummat Islam.

Rukun Islam sebagaimana kita ketahui ada lima: Mengucapkan dua kalimat syahadat, Shalat, Zakat dan Haji bagi mereka yang sanggup, sementara di negara yang full dengan prilaku aneh seperti penyimpangan seksual serta perdagangan opium yang kian merajalela terdapat pengkhianatan produk Saudi juga dengan lima pilarnya.

Pertama, pengucapan dua kalimat syahadat oleh Raja Salman ndak lagi terbatas pada aturan lima pilar dalam Islam, ia mengucapkan dua kalimat kesaksian atau dua syahadat hampir saban hari tapi diniatkan untuk tuannya Amerika dan Israel, Fahd bersaksi tanpa ada sedikitpun keraguan bahwa ndak ada power di dunia ini kecuali power Amerika dan mengumumkan bahwa ndak ada yang maha agung bagi Arab Saudi di wilayah ini kecuali Israel.

Tentu saja raja Saudi ndak melakukan shalat dan kalaupun ia melakukannya itu hanyalah sebab terpaksa dan selaku kamuflase di depan ummat Islam, raja Saudi cuma melaksanakan kewajiban yang menuntutnya untuk senantiasa tunduk dibawah tekanan Zionis Israel-Amerika, tentu saja diantara kewajiban itu ialah menumpahkan darah rakyat Suriah dan merusak kehormatan para wanita Suriah. Raja Salman ialah orang yang kaya raya dan terpandang tentu saja ia ndak akan lupa menunaikan “zakat” dari penghasilan minyak Saudi untuk membiayai terorisme dan pembunuhan masal penduduk Muslim dengan dalih ayat “Dan siapkanlah untuk berhadapan dengan mereka power apa saja yang kau miliki” untuk berhadapan dengan orang-orang kafir ini di Baghdad dan Syam serta Yaman.

Tinggal problem haji, Raja Salman secara pribadi tentunya ia mempunyai “perhatian” yang begitu besar ke para jemaah haji yang datang ke Rumah Allah, dengan cara menginjak-injak mereka sampai mati dan membantai mereka serta melarang mereka untuk dapat selamat supaya ndak datang kembali, itu terjadi di Mina pada tahun lalu dan sampai sekarang masih sedang diselidiki dan tubuh para korban yang masih hilang sedang dicari sampai adanya pemberitahuan lebih detail.

Raja Salman ndak cuma menunaikan “haji” lokal, ia sudah ‘berhaji’ selama bertahun-tahun di  Irak, dan juga berhaji semenjak lima tahun yang lalu di Syam, sementara waktu ini ia sedang berhaji ke Yaman, dan mungkin saja tahun depan ia akan berhaji ke Lebanon, Libya dan Tunisia. sebab haji ialah kewajiban bagi mereka yang sanggup membayar, maka sang Raja berhaji terus menerus siang dan malam, ia mempersiapkan gerombolan kubu teroris untuk melaksanakan ‘haji’ atas namanya di seluruh negara Arab dan untuk mendoakan sang Raja supaya panjang umur dan terus dikaruniai harta yang berlimpah dari penjualan minyak untuk tetap dapat membiayai terorisme.

Kekejaman Saudi Atas Rakyat Yaman

Raja Salman duduk di singgasana pengkhianatan dan melakukan lima pilar pengkhianatan tanpa kenal lelah, ia mendesak gerombolan teroris untuk mengambil upeti dari negeri orang-orang ‘kafir’ (kata sindiran, red;muslim) di Irak dan Suriah serta Yaman.

Ia memberikan segala yang berharga untuk berkibarnya bendera Zionis Israel pada saban pintu masuk kota di seluruh negara Arab, ia sama sekali ndak peduli seberapa beberapa korban yang jatuh dan seberapa beberapa darah suci yang ditumpahkan, yang penting ialah bagaimana caranya untuk dapat menyenangkan hati para penjajah Zionis Israel serta bagaimana caranya supaya bendera Amerika mendominasi di saban dinding di Saudi.  (AL/SFA)

 

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :