Berita Indonesia

“Penghina Gusdur” Diterima dengan Cinta Kasih, Ini Pesan Penting Keluarga Gusdur

Munzir Situmorang berjanji untuk tidak mengulangi hal tersebut. Saya berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Saya merasa bahwa yg terucap ada paksaan dan kerasukan syaitan saat mengucapkannya.

Jasa Web Alhadiy


“Penghina Gusdur” Diterima dengan Cinta Kasih, Ini Pesan Penting Keluarga Gusdur. Penceramah Ustadz Munzir Situmorang yang sempat video ceramahnya menjadi viral karena memuat penghinaan kepada almaghfurlah KH. Abdurahman Wahid menepati janjinya untuk minta maaf kepada keluarga Gusdur.
Didampingi para staf pengurus PC GP Ansor dan Banser Kota Bekasi, Munzir Situmorang tiba di kediaman keluarga Gusdur di Ciganjur, Sabtu (02/09/2017). Hadir dari pihak keluarga Ibu Sinta Nuriyah beserta kedua putrinya Yeni Wahid dan Inayah.
Kedatangan ustadz Munzir Situmorang yang dalam ceramahnya mengatakan Gusdur sebagai wali setan ini diterima keluarga Gusdur penuh kehangatan dan cinta kasih.
Kepada Munzir Situmorang, Ibu Sinta menyampaikan bahwa meskipun tanpa permintaan maaf, pihak keluarga Gusdur telah memaafkan atas kekeliruan yang dilakukannya. Pertemuan tersebut berlangsung cair diselingi canda dan tawa.
Bagi yg mengina atau mengejek Gusdur pasti kami maafkan. Karena bagi keluarga, sikap ini adalah akhlak Gusdur yang tertanam dalam kepribadian almarhum dan selalu dipegang teguh oleh keluarga, jelas Ibu Sinta.
Dalam kesempatan itu, Yeni Wahid meminta yang hadir untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar tak terulang lagi penghinaan dan dijadikan sikap hidup terutama para penceramah dalam setiap dakwahnya.
Tidak pantas untuk menghina atau menjelekan seseorang karena agama tidak pernah mengajarkan demikian, demikian nasehat Yeni Wahid.
Inayah menambahkan bahwa keluarga Gusdur tidak pernah mendeklarasikan bahwa Gusdur sebagai wali.

Ustadz Munzir Situmorang berjanji Tidak Akan Mengulangi

Kalau pun masyarakat atau santri meyakini, silahkan sajal, tambahnya. Didampingi istrinya, Munzir Situmorang berjanji untuk tidak mengulangi hal tersebut. Saya berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Saya merasa bahwa yg terucap ada paksaan dan kerasukan syaitan saat menyampaikan gusdur wali setan, akunya.
Di tempat yang sama, Ketua GP Ansor Kota Bekasi M. Joefry berpesan agar Munzir Situmorang menyempatkan untuk ziarah ke makam Gusdur di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, agar mengetahui bahwa Gusdur merupakan tokoh yang dihormati masyarakat.
Agar paham bagaimana sampai hari ini banyak peziarah yang hadir dari berbagai pelosok di tanah air, ucap Joefri.
Sebelumnya beredar luas sebuah video ceramah Munzir Situmorang yang di dalamnya memuat penghinaan kepada KH. Abdurahman Wahid dengan mengatakan Gusdur wali syetan. Hal tersebut memunculkan rekasi keras kaum Nahdliyyin terutama di Kota Bekasi, lokasi kegiatan ceramah Munzir yang terjadi 2015 yang lalu di Masjid Assalam.
Maka, pada tanggal 27 Agustus 2017 yang lalu dilakukan mediasi antara KBNU Kota Bekasi dengan Munzir Situmorang yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, aparat kepolisian, Danramil dan DKM Assalam. Dalam mediasi tersebut, Munzir Situmorang mengakui perbuatannya dan berjanji untuk menyampaikan permohonan maaf pada pihak keluarga Gusdur.
Semoga saja kasus Munzir Situmorang ini menjadi pelajaran bagi para Dai untuk memperhatikan etika dalam berdakwah. (edi).

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker