Pengawal Presiden AS pengakuan Gagalkan Usaha Tindakan mematikan Trump di Filipina

Pengawal Presiden AS Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Trump di Filipina

Pengawal Presiden AS pengakuan Gagalkan Usaha Tindakan mematikan Trump di Filipina

WASHINGTON – Pengawal presiden AS mengakui pernah menggagalkan usaha tindakan mematikan Donald Trump waktu Lawatan Presiden itu ke Filipina pada 2017.

Menurut sebuah film dokumenter National Geographic, yang disiarkan pada hari Minggu (14/10), Dinas Rahasia AS, sebuah lembaga yang ditugaskan untuk menjaga keamanan pribadi seorang presiden AS, menggagalkan usaha tindakan mematikan kepada Trump, waktu kunjungannya pada 2017 ke Manila, Filipina, untuk KTT ASEAN.

Menurut film itu, beberapa hari sebelum KTT ASEAN, keadaan keamanan Manila meningkat jadi “tingkat ancaman kritis,” sebab ancaman yang dikaitkan dengan teroris Daesh. Video-video yang diterbitkan oleh Daesh mendesak para penyerbu ” tunggal” untuk “menanti” dan “menyergap” presiden saat ia berkunjung Filipina.

Baca: Kremlin: Kemungkinan Perjumpaan Putin-Trump di KTT APEC tengah Dibicarakan

Waktu Trump, yang dipanggil dengan nam kode ‘Mogul,’ siap untuk berangkat ke Manila, Dinas Rahasia menyisir media sosial untuk indikasi kemungkinan penyerbuan, dan mereka menemukan 1 indikasi tersebut dalam bentuk tweet.

“Akan Ada di Manila pada waktu yang sama dengan Trump […] Saya akan menghabisi kacung bagian tim,” bunyi tweet tersebut, disertai dengan foto Lee Harvey Oswald, pembunuh kejem Presiden AS John F. Kennedy.

Loading...
loading...

Pelayanan AS ini lantas melacak melalui media sosial yang lantas menggiring mereka pada sebuah akun Instagram pelaku, di mana mereka menemukan gambar buku berjudul Cara Menghabisi: Sejarah Kepastian Pembunuh.

Baca: AS Akan Kerahkan Drone untuk Target ISIS di Filipina

Mengambil keputusan bahwa 2 petunjuk ini cukup untuk menetapkan ancaman yang kredibel, Pelayanan melacak PC pemilik dan menemukannya di Manila, cuma beberapa kilometer jauhnya dari hotel di mana presiden Direncanakan untuk tinggal.

Menurut rincian film documenter tersebut, Dinas Rahasia itu tidak tahu mengenai hal tempat pas si pemilik PC kisaran 20 menit sebelum peluncuran Air Force One di Manila.

seusai pendaratan POTUS, dalam hitungan menit, para agen melacak tersangka ke Luneta Park, 1 mil dari hotel tempat Trump Direncanakan untuk bermalam. Dengan sokongan kepolisian Manila, Dinas diadukan menelusuri taman dan menangkap tersangka. (ARN)


Arrahmah News
Shared by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *