Pengamat: Rupiah Menguat Mingkem, Rupiah Anjlok Heboh

Pengamat: Rupiah Menguat Mingkem, Rupiah Anjlok Heboh

Pengamat: Rupiah Menguat Mingkem, Rupiah Anjlok Heboh


Dolar Anjlok

JAKARTA – Laju gerak Rupiah kembali sanggup terangkat, sesudah sempat terseok melemah beberapa poin. Adanya penilaian usaha Pemerintah untuk kembali menarik aliran modal asing di tengah volatilitas yang terjadi pada sejumlah negara emerging market memberikan dorongan pada mata uang nasional Indonesia ini.

Baca: Rupiah Jinakkan Dolar

Lawatan Kepala Negara untuk sejumlah Luar negeri dan kehadiran Indonesia di World Economic Forum di Hanoi, Vietnam pada Rabu (12/9) lalu sudah memberikan penilaian akan adanya investasi asing yang masuk ke Tanah Air.

“Pemerintah juga sudah mulai mengurangi defisit transaksi berjalan dengan memprioritaskan proyek-proyek infrastruktur serta berusaha menarik lebih beberapa penghasilan ekspor,” ucap Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (13/9).

Baca: Luhut Binsar Pandjaitan: Politisasi Rupiah Lemah Bentuk Pengkhianatan

Reza prediksikan, bahwa Rupiah akan bergerak di kisaran 14.840-14.827 er Dolar AS.

Tidak sanggup dipungkiri, situasi perekonomian global ahir-akhir ini kian tidak menentu. Keadaan sedemikian sudah menciptakan goncangan yang berdampak kepada keadaan perekonomian negara-negara berkembang dibelahan dunia, termasuk Indonesia.

Eks Direktur Lembaga Pemeriksaan, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Rustam Ibrahim melalui linimasa twitternya @RustamIbrahim Ikut angkat bicara.

Ia mengkritisi betapa gegap gempitanya para analis, ekonom dan sejumlah politisi terkemuka di tanah air akhir-akhir ini yang memberikan penilaian melemahnya Rupiah atas keperkasaan mata uang paman Sam, Dolar.

Rustam menuliskan, Saat Dollar AS menyentuh level 15.000 Rupiah hebohnya spt ekonomi mau kiamat. 15. 000 dibuat seakan titik kulminasi yg tidak boleh terlampaui Saat Dollar AS kembali turun ke 14.800-an, mulai pada mingkem. Pdhl fluktuasi mata uang dunia thdp Dollar AS suatu yg terus terjadi.

Pemerintahpun telah mempersiapkan langkah-langkah strategis supaya Rupiah kembali menguat, sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini bahwa Indonesia termasuk dalam delapan negara-negara  yang dipandang mempunyai risiko paling kecil yang terdampak krisis moneter berdasar analisis Nomura Holdings Inc.

Baca: Eropa Tendang Dolar AS untuk Transaksi Minyak Iran

Tidak ketinggalan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) sudah menaikkan tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas), dimana langkah ini ditunaikan untuk mengakomodasi pengetatan moneter dan kecenderungan risiko likuiditas yang lebih tinggi akibat meningkatnya penyaluran kredit.

Tingkat bunga penjaminan dalam rupiah dan valas di Bank Umum masing-masing naik 25 bps jadi 6,5 % dan 50 bps jadi sebesar 2 %. Sementara itu, laju USD masih kelihatan menguat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya di tengah kekuatiran masih berlangsungnya perang dagang AS-Tiongkok. (ARN/Akurat)


Source by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *