Penemuan 2000 Koin Emas Zaman Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah

Website Islam Institute

Israel Tidak Beri Sekeping Pun Untuk Penyelam yang Temukan 2000 Koin Emas

Koin tersebut sekarang jadi milik pemerintah negeri Yahudi itu. Aneh tapi nyata, ternyata lantas para penyelam yang sudah menemukan 2000 koin emas tersebut tidak memperoleh bagian sekeping pun.

Ini cerita ialah cerita nyata. Ini bukan cerita film bocah kecil mengenai hal petualangan berburu harta karun. Para penyelam di Israel menemukan harta karun yang luar biasa banyaknya di wilayah Pelabuhan Mediterania kuno di Kota Caesarea, Israel.

Para penyelam itu memperoleh harta karun lebih dari 2000 koin emas. Awalnya, mereka mengira keping koin seberat 9 kilogram itu ialah koin mainan. Akan tetapi, sesudah diambil, ternyata emas asli. Itu Adalah penemuan koin kuno terbesar di Israel.

Koin tersebut sekarang jadi milik pemerintah negeri Yahudi itu. Aneh tapi nyata, ternyata lantas para penyelam yang sudah menemukan 2000 koin emas tersebut tidak memperoleh bagian sekeping pun.

Koin Emas Itu Berasal dari Zaman Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah

200 koin emas yang ditemukan tersebut mempunyai beberapa ukuran dan nominal. Otoritas Benda Kuno Israel mengatakan dengan tegas, koin itu diperkirakan sudah berumur seribu tahun. Karena, berdasar ukiran di atas koin tersebut, sebagian di antaranya berasal dari petengahan abad ke-9.

sebagian besar koin emas itu berasal dari Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah. Itu ialah kerajaan muslim Syiah yang menguasai sebagian besar wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah pada milenium ke-1.

Bermacam teori mengenai hal bagaimana koin tersebut dapat Ada di dasar laut akhirnya bermunculan.

“Mungkin harta karun ini berasal dari kapal milik pemerintah Mesir yang karam bareng dengan pajak-pajak yang sudah dikumpulkan mereka,” ucap Direktur Unit Arkeologi Laut Israel Kobi Sharvit.

Sanggup juga berasal dari kapal dagang yang tenggelam waktu berlayar dari 1 pelabuhan ke pelabuhan lainnya.

Unit Arkeologi akan kembali mendatangi tempat penemuan untuk melaksanakan pemeriksaan lebih dalam. (CNN/The Guardian/Daily Mail/jpnn/sha/c22/ami/al)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :