Pendiri PA 212 Minta Habib Rizieq Tidak Gunakan Simbol Agama untuk Berlindung dari Proses Hukum

Muslimoderat.net – Salah seorang pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf meminta Habib Rizieq Shihab meniru Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menghadapi kasus hukum.

Dia meminta, H Rizieq tidak perlu membawa tekanan massa agar kasusnya antara lain pornografi dan penodaan simbol negara dihentikan oleh penegak hukum.

“Habib Rizieq mungkin bisa meniru atau belajar dari Ahok. Habib Rizieq bisa ikuti jalan Ahok dalam mencari keadilan hukum seperti di pengadilan,” kata Faizal dalam diskusi bertajuk Isu Kedatangan Habib Rizieq dan Potensi Gaduh di Tahun Politik di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (17/2).

Ketua Progres 98 ini juga meminta, H Rizieq tidak perlu menggunakan simbol agama dan ulama untuk berlindung dari proses hukum. Kemudian menggunakan kekuatannya untuk menghimpun massa demi menekan pemerintah.

Faizal menilai, cara itu sangat rendahan dan jauh dari semangat Alumni Presidium 212 berdiri. “Saya menolak ini. Saya dan mayoritas teman-teman 212 menolak. Ini satu hal yang anomali,” kata dia.

Anomali itu, kata Faizal, yaitu semangat 212 hadir untuk meminta pemerintah menegakkan hukum terhadap Ahok yang menodai agama. Pada kesempatan itu, massa 212 mendesak pemerintah karena terkesan lambat memproses hukum terhadap Ahok.

Namun, saat ini, komitmen 212 dipertanyakan karena terkesan meminta pemerintah dan penegak hukum menghentikan kasus Rizieq. “Saya mencaci raja untuk adil. Dan kemudian saya memohon, tolong dibebaskan (Rizieq). Ini salah,” kata dia.

Sementara itu, Zuhairi Misrawi, tokoh intelektual muda Nahdlatul Ulama sependapat dengan Faizal. Dia meminta Rizieq tidak perlu takut jika tidak bersalah.

Menurutnya, pengadilan merupakan tempat untuk seseorang mencari keadilan.

“Terima pengadilan. Kita negara berdasarkan hukum, selesaikan secara hukum sehingga semua pihak memjadukan hukum sebagai panglima,” kata Zuhairi. (tan/jpnn)

Sumber: Jpnn.com

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.