Pemimpin Milisi Syiah Houthi Sebut Arab Saudi ‘Tanduk Setan’

Loading...

Pemimpin Milisi Syiah Houthi, Abdel-Malek al-Houthi Sebut Arab Saudi Sebagai ‘Tanduk Setan’

Serangan militer Saudi juga membuat Iran marah. Negara Syiah ini mendesak Saudi segera menghentikan serangan militer terhadap milisi Syiah Houthi.

Berita Yaman Terbaru – Akibat serangan militer Arab Saudi terhadap milisi Syiah Houthi yang kini menguasai sebagian Yaman tersebut, pemimpin milisi Houthi, Abdel-Malek al-Houthi mengecam Saudi dan menyebut negara kaya minyak tersebut sebagai “tanduk Setan“.

“Kami akan terus melawan serangan Arab Saudi. Agresi Saudi di Yaman merupakan kejahatan,” ujar pemimpin milisi Houthi dalam pidatonya di TV Yaman, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/3/2015).

Sementara itu, serangan militer Saudi juga membuat Iran marah. Negara Syiah ini mendesak Saudi segera menghentikan serangan militer terhadap milisi Syiah Houthi.

 

Otoritas Kementrian Luar Negeri Iran yang dikutip BBC menyebutkan, serangan udara yang mengenai sasaran-sasaran milik Houthi sebagai sebuah invasi dan langkah berbahaya yang hanya akan membuat krisis di Yaman memburuk.

Otoritas Arab Saudi menolak permintaan Iran. Arab Saudi justru menuding Iran telah menyokong kelompok Houthi. Namun, tudingan itu dibantah pemerintah Iran.

Pemerintah Saudi mengatakan, pihaknya membombardir kelompok Houthi karena pergerakan kelompok milisi Syiah tersebut semakin mendekati tempat pengungsian Presiden Yaman di kota Aden. Ini juga memicu Presiden Yaman hari ini mengungsi ke Arab Saudi. (Huminca/A-89/pikiran-rakyat)

 

Konflik Milisi Syiah Houthi VS Arab Saudi, Pakistan Kirimkan Beberapa Jet untuk Evakuasi

Peshawar – Pakistan, yang belum memutuskan apakah akan memberikan bantuan militer bagi serangan-serangan pimpinan Arab Saudi, sedang mengirimkan pesawat-pesawat jet jumbo ke negara Timur Tengah itu untuk mengevakuasi ratusan warganya, kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Minggu.

INFO PENTING

Arab Saudi telah memindahkan puluhan diplomatnya dari Yaman pada Sabtu sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menarik staf internasionalnya setelah berlangsungnya serangan udara pimpinan Arab untuk malam ketiga. Serangan-serangan dilancarkan dalam upaya untuk menahan laju para pejuang Houthi, yang bersekutu dengan Iran.

TV Pakistan mewawancarai para warga negara Pakistan di Yaman yang putus asa dan meminta pertolongan.

“Pihak berwenang penerbangan sipil Saudi telah memberikan izin bagi kami untuk mengirim pesawat-pesawat penumpang ke Yaman,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan kepada Reuters.

“Untuk tahap pertama, dua jet jumbo akan dikirim ke Yaman hari Minggu guna membawa pulang para warga Pakistan.”

Iring-iringan 600 warga Pakistan sedang bergerak menuju pelabuhan Laut Merah, Hodeida, tempat “pengaturan bagi mereka untuk tinggal sementara dilakukan sebelum perjalanan mereka pulang ke Pakistan dibuat,” kata Menteri Luar Negeri Aizaz Chaudry seperti dikutip media.

Menteri Pertahanan Khawaja Asif mengatakan kepada parlemen, Jumat, Pakistan belum memutuskan apakah akan memberi dukungan militer bagi koalisi pimpinan Arab Saudi kendati telah berjanji akan membela Arab Saudi dari ancaman apapun.

Perdana Menteri Nawaz Sharif, dalam pembicaraan melalui telepon dengan Raja Arab Saudi Salman, Sabtu, menawarkan “semua potensi tentara Pakistan”, demikian laporan media yang mengutip Saudi Press Agency.

Reuters melaporkan Sharif telah sekian lama memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Arab Saudi. Setelah periode kedua jabatannya sebagai perdana menteri berakhir melalui kudeta militer pada 1999, ia pergi mengasingkan diri di Arab Saudi.

Arab Saudi tahun lalu memberi pinjaman senilai 1,5 miliar dolar bagi Pakistan untuk membantu Islamabad menopang cadangan devisanya, memenuhi kewajiban-kewajiban terkait utang serta menjalankan proyek-proyek energi luas dan infrastruktur. (al/pikiran-rakyat/antaranews)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :