Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir Buat Marah Wahabi Saudi

Loading...

Eks pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, Kamal Halbawi, mengumumkan bahwa Sheikh Nimr al-Nimr dieksekusi mati, sementara ia nggak melaksanakan tindakan mematikan yang menyebabkan ia mesti menjalankan hukum Qishas. Oleh sebab itu, dia mesti dibela. Pernyataan kontroversial eks pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir buat marah Wahabi Saudi.

 

 

Islam-Institute, KAIRO – Perkataan eks pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir soal kejahatan Arab Saudi atas eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr, menimbulkan reaksi keras dari Arab Saudi dan kelompok-kelompok radikal Salafy Wahabi.

Kamal Halbawi dalam menjawab pertanyaan waktu wawancara dengan Televisi TEN, Apakah benar anda melihat Sheikh Nimr selaku orang besar dan terhormat serta mengutuk eksekusi mati atasnya? Ia menjelaskan, “Pasti…100% saya katakan ‘Ya’.”

Halbawi sebelumnya mengeluarkan pernyataan-pernyataan itu, waktu wawancara dirinya dengan televisi al-Alam.

Kamal Halbawi mengatakan dengan tegas bahwa eksekusi mati Sheikh Nimr al-Nimr dan eksekusinya bersamaan dengan teroris al-Qaeda dan kubu teroris lainnya nggak dapat dibenarkan. Sheikh Nimr al-Nimr ialah seorang pemuka agama, maka mengeksekusinya ialah usaha untuk mengobarkan perang sektarian.

Dia juga mengumumkan sebagaimana Sheikh Nimr al-Nimr yang saya kenal dan lihat di konferensi-konferensi, mengisyaratkan bahwa ia ialah orang yang suka perdamaian, maka mengeksekusi orang seperti dia pasti tiap-tiap orang akan mengutuk eksekusi tersebut.

“Sheikh Nimr dieksekusi mati, sementara ia nggak melaksanakan tindakan mematikan yang menyebabkan ia mesti menjalankan hukum Qishas. Oleh sebab itu, dia mesti dibela”, tambah Kamal Halbawi.

Kamal Halbawi juga mengumumkan, “Tudingan teroris yang dialamatkan kepadanya ialah tudingan ngawur, dan nggak ada bukti yang mampu memberatkannya jadi tersangka”.

Host televisi TEN berusaha memojokkan Kamal Halbawi dengan mengajukkan pertanyaan seputar kunjungannya ke Iran. Dalam jawabannya ia menjelaskan, “Saya berpergian ke Iran dan negara-negara lainnya kecuali Israel musuh nyata kaum muslimin. Saya beberapa mengikuti konferensi-konferensi, dan berpidato dalam konferensi tersebut, saya nggak mengingkari apa yang saya katakan, sebab saya akan dimintai pertanggungjawaban atas perkataan saya”.

Dalam kesempatan itu, tamu lainnya yang turut serta dalam wawancara itu, Waled Ismail pemimpin kubu “salafy pembela sahabat Nabi Saw” yang disokong Arab Saudi, dalam telewicara langsung dengan telepon menjelaskan, “Halbawi sudah keluar dan sesat. Ia seorang berkebangsaan Mesir tapi mempunyai hati Iran”.

Kamal Halbawi dalam menjawab pernyataan Waled Ismail mengumumkan bahwa ia ialah Ahlisunnah dan konsisten dengan kesunniannya. Ia juga mengutip pernyataan Sheikh Saltut mufti agung al-Azhar, yang mengakui “Mazhab Ja’fari dua belas imam dan memperbolehkan ibadah dengan mazhab ini”.

Lantas Kamal Halbawi menyebut Waled Ismail ialah seorang Salafy bodoh, lajuj dan tukang fitnah yang memperoleh sokongan dari Arab Saudi.

Wawancara Kamal Halbawi dengan stasiun televisi Al-Alam sudah mengundang perselisihan di kalangan salafy wahabi dan jadi tranding topic hangat di Timur Tengah sampai sekarang.  (AL/ARN/AU/AM)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :