Jasa Web Alhadiy
Berita Indonesia

Pemerintah Tetapkan BPIH 2018, Ini Rinciannya

Iklan

Pemerintah Tetapkan BPIH 2018, Ini Rinciannya

JAKARTA – Pemerintah sudah menetapkan Ongkos Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) 2018 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7/2018 yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 10 April lalu. Ongkos haji dari Embarkasi Makassar tertinggi bila dibandingkan dengan embarkasi lain.

Di dalam keppres ini diatur mengenai dua hal pokok, yaitu besaran BPIH untuk jemaah haji reguler di saban embarkasi dan besaran BPIH untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) per embarkasi. “BPIH jemaah haji reguler digunakan untuk ongkos penerbangan haji, sebagian ongkos pemondokan di Makkah, dan living value atau ongkos hidup selama di Tanah Suci,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (kementrian agama) Ahda Barori di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Adapun BPIH TPHD digunakan untuk ongkos penerbangan haji, ongkos pemondokan di Makkah, ongkos pemondokan di Madinah, living value, ongkos pelayanan haji di luar negeri, dan ongkos pelayanan haji di dalam negeri. Menurut Ahda, jemaah haji reguler yang bakal diberangkatkan pada tahun sekarang telah membayar setoran awal sebesar Rp25 juta. Untuk itu uang yang wajib dilunasi ialah sebesar selisih dana setoran awal dengan BPIH yang sudah ditetapkan per embarkasi.

“Dana tersebut disetorkan menuju rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada bank penerima setoran BPIH yang ditunjuk BPKH,” ujarnya. Ahda menjelaskan bahwa kementrian agama selaku penyelenggara ibadah haji ketika ini tengah mempersiapkan Keputusan Menteri Agama (KMA) dan Keputusan Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh (PHU) yang mengatur perihal teknis pelunasan BPIH.

Pemerintah Tetapkan BPIH 2018, Ini Rinciannya

Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri kementrian agama Noer Aliya Fitra menambahkan bahwa bisa jadi besar pelunasan BPIH dimulai minggu depan untuk tahap satu dengan rentang waktu selama tiga minggu. Adapun tahap kedua dilaksanakan pada pertengahan Mei dengan waktu selama dua minggu.

“Tahap satu untuk jemaah lunas yang menunda berangkat pada musim haji tahun lalu dan jemaah nomor urut porsi yang belum haji dan telah berusia minimal 18 tahun atau telah merid,” urainya.

Adapun tahap kedua untuk jemaah yang mengalami kegagalan sistem, nomor urut porsi yang masuk kuota tahun sekarang yang telah pernah haji, penggabungan suami/istri dan anak kandung atau orang tua yang terpisah, calon jemaah haji lanjut usia (lansia) yang berumur minimal 75 tahun dan pendampingnya serta jemaah cadangan sebanyak 5%.

Noer Aliya Fitra menerangkan bahwa BPIH dari Embarkasi Makassar paling mahal sebab jaraknya paling jauh dari Arab Saudi. “Komponen terbesar BPIH itu kan ongkos penerbangan, semakin jauh jaraknya maka makin mahal. Semakin menuju barat biayanya lebih murah, sedangkan semakin menuju timur lebih mahal,” jelasnya.

Adapun mengenai penggantian jemaah yang namanya sudah ditetapkan untuk berhak melunasi BPIH tahun sekarang dan tiba-tiba yang bersangkutan meninggal seusai pengumuman calon jemaah haji (calhaj) 2018, maka bisa digantikan oleh suaminya, istrinya atau anak kandung atau menantunya.

Syaratnya dengan menunjukkan akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), surat kuasa penunjukan, dan surat kuasa memperoleh pelimpahan nomor porsi yang ditandatangani RT, RW, lurah/kepala desa, dan camat. “Selain itu ada surat tanggung jawab mutlak yang menerangkan bahwa kalau ada gugatan merupakan tanggung jawab yang bersangkutan (pengganti calhaj yang meninggal),” paparnya.

Pada musim haji tahun sekarang, Indonesia memperoleh jatah kuota jemaah haji sebanyak 221.000 orang dengan perincian 204.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji spesial. “Kuotanya sama sebagaimana tahun lalu,” ujarnya.

(amm)

[Source]

IklanJasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.