Pembunuhan Presiden Samad dan Nasib Tempur Yaman

Pembunuhan Presiden Samad dan Nasib Tempur Yaman

NEW YORK – Sebuah artikel dari Daniel Larison, editor senior dari The American Conservative yang dimuat Yemen Extra mengulas efek kecerobohan gabungan Saudi dalam pembunuhan Presiden Samad dengan mengutip komentar banyak analis AS.

Nicholas Niarchos seorang analis AS berkomentar dalam tulisannya di The New Yorker bahwa sementara di Twitter anggota keluarga kerajaan Saudi merayakan pembunuhan Sammad dan memujinya selaku keberhasilan bagi putra mahkota dan penguasa de-facto negara itu, Mohammed bin Salman yang baru-baru ini melaksanakan tur menuju Washington dan Los Angeles guna memperoleh supporting dari pemerintahan Trump, efek serbuan ini bisa jadi malah memotivasi Houthi lebih jauh dari meja perundingan. Pengganti Samad, Mahdi al-Mashat, seorang politisi berumur 3 puluhan, sudah mengumumkan tempur sampai titik darah penghabisan dengan Arab Saudi.

Ia menyebut bahwa Peter Salisbury, seorang analis senior di Chatham House, menjelaskan kepadanya bahwa serbuan itu bakal menghilangkan minat pemimpin tertinggi kubu, Abdelmalik al-Houthi, kepada perbincangan damai.

“Apa yang terjadi akibat serbuan itu ialah menghilangkan seseorang yang berpikir bahwa kesepakatan ialah cara mengakhiri tempur, dan menggantikannya dengan seseorang yang lebih suka berperang,” kata Salisbury.” engkau menyaksikan situasi di mana seluruh suara yang sekarang didengar Abdulmalik, semuanya ialah ialah garis keras.”

Dengan membikin musuh mereka sebagai lebih keras kepala dan semuanya berasal dari garis keras, tak masuk akal kalau Saudi sungguh-sungguh ingin mengakhiri tempur menuju Yaman, mereka papar tak mempunyai niat guna mengakhiri tempur.

Saudi baru saja memastikan bahwa tempur bakal berlarut-larut dan intensif, dan mereka bisa menambahkan pembunuhan ini menuju daftar panjang keputusan menakutkan mereka mengenai Yaman.

Serbuan-serangan Saudi sering kali tak mempunyai efek yang dibayangkan oleh para pendukungnya.

Ellen Laipson, Direktur program Keamanan Internasional di Sekolah Pemerintah Schar dan Keputusan Publik di George Mason University, menerangkan bahwa seluruh serbuan itu malah membuahkan hasil yang berlawanan:

Pemikiran mengenai serbuan itu senantiasa tak sukses. Bahkan hal ini bisa memperkuat ketetapan para pejuang guna meneruskan perjuangan mereka , dan bahwa perbincangan damai dibuat guna melawan hak-hak dan keperluan mereka yang sah.

Gabungan Saudi belum mencapai satupun maksud yang mereka gembar-gemborkan di awal tempur Yaman selama 3 tahun terakhir, dan tahun 2018 tampaknya lebih tak menjanjikan bagi mereka.

Suatu kompromi yang dinegosiasikan yang memungkinkan gabungan guna menghentikan perangnya dan menghentikan kerugian mereka sejatinya ialah pilihan terbaik (bagi gabungan), tetapi para pemimpin mereka berlebihan sombong atau silau guna melihatnya.

Saudi dan sekutunya tak tahu apa yang mereka lakukan di Yaman, mereka tak pernah melakukannya, dan AS sungguh-sungguh salah guna menyokong mereka dalam tempur ini. Untuk rakyat Yaman, amat penting bahwa AS mengakhiri supporting kepada tempur dan menekan pemerintah gabungan guna mengakui bahwa mereka tak bisa jadi menang. (ARN)

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = ‘https://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&appId=249643311490&version=v2.3’; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

Pembunuhan Presiden Samad dan Nasib Tempur Yaman

Source

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.