Pembersihan Etnis Yahudi oleh Palestina Enggak Masuk Akal

WASHINGTON, Pembersihan etnis Yahudi Terkait Pendirian negara Palestina, Benjamin Netanyahu menuduh Palestina lakukan pembersihan enis Yahudi. Tuduhahan kpd Palestina oleh Netanyahu enggak masuk akal. Karena faktanya selama ini Israel malah yang melaksanakan pembersihan etnis Palestina semenjak negara Yahudi tersebut didirikan tahun 1948.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melemparkan kecaman keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Terkait pernyataannya soal pendirian negara Palestina. Netanyahu menyebut Palestina berusaha untuk melaksanakan pembersihan etnis Yahudi. Netanyahu dalam pernyataannya pun mengisyaratkan. Bahwa negara-negara yang pro pendirian negara Palestina dengan pra-syarat seperti itu, juga artinya menyokong pembersihan etnis Yahudi.

Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan menyebut istilah pembersihan etnis Yahudi ialah sesuatu hal yang menganggu dan nggak pantas. Hal ini juga nggak membantu usaha damai dengan Palestina.

“Kami terang amat nggak setuju dengan karakterisasi. Bahwa mereka yang menentang aktivitas pemukiman atau melihatnya selaku hambatan bagi perdamaian. Yang entah bagaimana sama dengan menyerukan pembersihan etnis Yahudi dari Tepi Barat. Kami percaya bahwa mempergunakan kategori terminologi seperti itu ialah nggak pantas dan nggak membantu”. Kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS,  Elizabeth Trudeau.

“Pendirian pemukiman masyarakat Yahudi oleh Israel di Judea dan Samaria menimbulkan pertanyaan nyata. Mengenai hal niat jangka panjang Israel di Tepi Barat”. Sambungnya, seperti dikutip Haretz pada Senin (12/9).

Pendirian negara Palestina dituduh selaku pembersihan etnis Yahudi

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menilai penghapusan permukiman Israel di Tepi Barat selaku pra-syarat pendirian Negara Palestina. Selaku metode pembersihan etnis Yahudi. Netanyahu pun mengisyaratkan negara-negara yang pro pendirian negara Palestina dengan pra-syarat seperti itu juga artinya menyokong pembersihan etnis Yahudi.

Komentar PM Netanyahu dalam video yang diumumkan hari Jumat itu memicu kemarahan warga internasional. Termasuk Pemerintah Amerika Serikat (AS). Netanyahu menolak pengakuan di bawah hukum internasional. Bahwa program permukiman Yahudi oleh Israel di Tepi Barat jadi hambatan bagi perdamaian antara Israel dan Palestina.

Dia mengakui bahwa Israel sudah membantu rakyat Palestina lebih beberapa daripada pemimpin mereka sendiri. Selaku contoh, pihaknya sudah mengakomodasi hampir dua juta orang Arab di Israel. Hal itu, kata dia, jadi bukti itikad baik Israel untuk terbuka dan siap melaksanakan perdamaian.

“Tapi, kepemimpinan Palestina sungguh-sungguh menuntut sebuah negara Palestina dengan satu pra-syarat: Nggak ada orang Yahudi,” kata Netanyahu, dalam video itu. “Ada sebuah ungkapan untuk itu: Itulah yang disebut pembersihan etnis (Yahudi).”

Tudingan pembersihan etnis Yahudi nggak pantas

Departemen Luar Negeri AS, mengkritik keras keras pernyataan Netanyahu. Komentar Netanyahu itu dinilai “nggak membantu” dan “nggak pantas”.

”Kami terang amat nggak setuju dengan karakterisasi bahwa mereka yang menentang aktivitas pemukiman yang dipandang selaku rintangan bagi perdamaian. Yang entah bagaimana lantas disebut selaku pembersihan etnis Yahudi dari Tepi Barat”. Kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau.

“Kami percaya bahwa mempergunakan kategori terminologi seperti itu nggak pantas. Dan nggak membantu,” katanya lagi terkait tudingan pembersihan etnis Yahudi. Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (11/9/2016).

Ayman Odeh, pemimpin kubu partai Joint List Group of Arab di Knesset mengkritik keras pernyataan PM Netanyahu. Yang menuduh pendirian negara Palestina selaku pembersihan etnis Yahudi. ”Netanyahu nggak peduli bahwa permukiman yang didirikan itu malah kejam. Sebab mengusir populasi Palestina dari Tepi Barat ke wilayah terpencil di kisaran kota besar,” ujarnya.

Dialog perdamaian Israel dan Palestina sekarang dicoba dimediatori Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas dan Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu sudah dijadwalkan bernegosiasi di Moskow. Yang akan membicarakan soal isu-isu permukiman, keamanan dan keadaan wilayah dalam rangka mewujudkan perdamaian abadi antar-kedua pihak.

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :