Pemberontak Suriah Menyebut Negara-negara Arab Pengkhianat

DAMASKUS – Seorang publik figur pembangkang Suriah mengkritik keras negara-negara Arab Teluk Persia sebab mengkhianati front oposisi sesudah kemenangan besar prajurit Suriah.

“Seperti yang diramalkan banyak orang, negara-negara Arab Teluk [Persia] Menyuruh pergi kami seperti selembar kertas tisu kotor,” katanya seperti dilansir oleh surat berita al-Akhbar pada hari Sabtu.

Menurut koran Lebanon, publik figur pembangkang itu menjelaskan bahwa negara-negara Arab Teluk Persia sudah Menegaskan bahwa mereka tidak lagi memerlukan oposisi sesudah kegagalannya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dalam perang.

“Waktu kami menerima berita soal keinginan UEA untuk membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus, saya cepat berangkat ke mediator antara kami dan UEA, tetapi mereka tidak memberi saya respon yang terang,” kata pembangkang itu.

UAE membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus akhir Desember sesudah vakum selama tujuh tahun, menjadikannya kedutaan Arab ke-1 yang mulai bekerja lagi di Suriah sesudah ditutup selaku akibat dari perang.

UEA menutup kedutaannya cepat sesudah konflik Suriah meletus pada tahun 2011, dan Abu Dhabi sudah lama dinilai selaku sponsor dari banyak kubu anggota milisi yang mengalir ke Suriah dari semua Timur Tengah dan Eropa untuk berperang dan menggulingkan Presiden Assad. [Sfa]

Shared by M. Najib

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.