Pembakar Bendera Jadi Tersangka, GP Ansor Beri Sokongan Hukum

Pembakar Bendera Jadi Tersangka, GP Ansor Beri Sokongan Hukum

Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) meneliti Barisan Ansor Serbaguna (Banser). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Ketua Detasemen Spesial 99 Gerakan Pemuda Ansor, Muhammad Nuruzzaman memastikan akan memberikan dukungan hukum bagi 2 member Banser yang ditetapkan selaku tersangka insiden pembakaran bendera.

Ia menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan tim dari Lembaga Sokongan Hukum (LBH) GP Ansor untuk mendampingi ke-2 kader Banser tersebut dalam menjalani proses hukum.

“Kita siapkan tim LBH Ansor untuk melaksanakan kajian dan pendampingan hukum bagi teman-teman kita yang dijadikan tersangka oleh mereka,” kata Nuruzzaman waktu dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/10).

Nuruzzaman menjelaskan pihaknya mempunyai ribuan member yang tergabung dalam LBH GP Ansor. Mereka diklaim siap membantu proses hukum ke-2 kader Banser itu sampai tuntas.

Loading...
loading...

“Nyaris seluruh mau mengawal lah, kita kan punya ribuan member LBH GP Ansor. Pasti kita akan mendampingi sampai selesai prosesnya,” kata dia.

Nuruzzaman menjelaskan tim dari LBH Ansor akan melaksanakan kajian dan investigasi terlebih dulu untuk mendalami Perkara tersebut.

meskipun seperti ini, ia mengatakan dengan tegas bahwa GP Ansor akan patuh dan menghormati proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian waktu ini.

“Kita juga buat tim investigasi untuk mendalami Perkara ini, prinsipnya kita ikut proses hukum yang tengah berlangsung waktu ini,” kata dia.

Nuruzzaman pun mengungkapkan akan mengumumkan hasil investigasinya itu ke warga dalam wakti tak lama apabila kajiannya kepada Perkara ini telah selesai.

“Dan dalam minggu-minggu ini akan kita sampaikan apa temuan kita dan seperti apa tanggapan kita kepada teman-teman kita yg dijadikan tersangka,” ujarnya.

sebelum ini, Polda Jawa Barat menetapkan 2 orang yang Disangka membakar bendera Disangka simbol terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) selaku tersangka.

2 orang tersebut berinisial M dan F. Keduanya dijerat dengan Pasal 174 KUHP terkait perbuatan yang menimbulkan kegaduhan.

“Iya telah jadi tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Komisaris Besar Umar Surya Fana waktu dikonfirmasi, Senin (29/10).

(cnnindonesia/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :