Home / Berita Suriah / Pemaksaan Perubahan Rezim Suriah Akan Jadi Petaka

Pemaksaan Perubahan Rezim Suriah Akan Jadi Petaka

Pemaksaan Perubahan Rezim Suriah Akan Jadi Petaka untuk Seluruh Kawasan

Menurut Maria Zakharova, kawasan tidak hanya akan berubah menjadi sekumpulan negara-negara yang mengerikan, namun secara keseluruhan akan “meledak” bersamaan.

Bisa dibayangkan di sana, wilayah-wilayah tertentu dikuasai kelompok teroris yang berbeda dan saling berebut pengaruh. Antara kelompok teroris yang satu dengan yang lainnya merasa paling berhak atas wilayah, ingat, mereka adalah para teroris, bayangkan apa yang akan terjadi di kawasan itu?

 

Islam-Institute, MOSKOW – Jika perubahan pemerintahan di Suriah tetap dipaksakan, dalam arti menyingkirkan rezim Bashar al-Assad, maka seluruh kawasan akan berada tepat di tepi jurang kehancuran. Hal ini diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Tidak seperti tekad Rusia yang siap membantu penyelamatan rezim Suriah saat ini, justru Barat, terutama Amerika Serikat dan sekutu Eropanya, tidak mau melihat kenyataan bahwa Presiden Bashar al-Assad adalah pemimpin sah di negara itu. Mereka justru mendukung oposisi Suriah yang bertujuan untuk menggulingkan presiden Bashar al-Assad.

Sementara itu, Rusia mengambil sikap membantu, baik pemerintah yang sah maupun warga sipil di negara yang dilanda perang tersebut. Rusia memberikan solusi nyata dan positif bagi Suriah ke depan.

“Jika operasi berikutnya (yang dilakukan Barat) berupa kekerasan untuk memaksa perubahan kekuasaan di negara Timur Tengah itu dilakukan, maka hal itu akan menjadi bencana tidak hanya untuk Suriah, tetapi juga akan menjadi elemen paling berbahaya dalam rantai penghancur atas apa yang tengah terjadi di wilayah tersebut. Kawasan tidak mungkin bisa menanggung satu lubang hitam lagi,” ungkap Zakharova kepada harian Komsomolskaya Pravda Rusia dalam sebuah wawancara pada hari Selasa (10/11/15).

Menurut Maria Zakharova, kawasan tidak hanya akan berubah menjadi sekumpulan negara-negara yang mengerikan, namun secara keseluruhan akan “meledak” bersamaan.

Bisa dibayangkan di sana, wilayah-wilayah tertentu dikuasai kelompok teroris yang berbeda dan saling berebut pengaruh. Antara kelompok teroris yang satu dengan yang lainnya merasa paling berhak atas wilayah, ingat, mereka adalah para teroris, bayangkan apa yang akan terjadi di kawasan itu?

“Dan apa yang akan terjadi selanjutnya? Itulah tepatnya yang diinginkan ISIS. Daerah penuh kekacauan oleh lain kelompok untuk dikuasai. Itulah mengapa kami mengatakan bahwa tugas paling penting saat ini adalah untuk menyelamatkan srtuktur kekuasaan di Suriah,” Maria Zakharova menekankan.

Suriah berada dalam keadaan perang saudara sejak tahun 2011. Pasukan pemerintah melawan pemberontak yang disebut moderat dan beberapa kelompok-kelompok ekstremis, termasuk kelompok  ISIS dan Front al-Nusra yang kesemuanya beroperasi di Suriah dengan gaya teroris yang membuat ngeri masyarakat. (AL/ARN/RM/SputnikNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Islam Institute, No Image Available.

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Agen MOSSAD dan Yahudi Tulen

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Agen MOSSAD dan Yahudi Tulen. Sejumlah media asing, diantaranya Veterans ...