Pejabat Kemenhan Saudi Ditangkap atas Tudingan Suap

Pejabat Kemenhan Saudi Ditangkap atas Tudingan Suap

RIYADH – Seorang pejabat dari kementerian pertahanan Arab Saudi ditangkap pada hari Selasa (11/07) dengan tudingan suap. Reuters mengabarkan bahwa pejabat itu ditangkap berbarengan dengan dua orang lain yang ndak disebutkan namanya.

melansir laporan kantor kabar Saudi, SPA, Reuters menjelaskan bahwa pejabat itu, yang ndak disebutkan namanya, ditangkap sebab menyalahgunakan kekuasaan dan diduga menerima suap senilai satu juta riyal (267.000 dolar AS).

Reuters mengutip kata-kata jaksa Agung Sheikh Saud al-Mujib bahwa pejabat itu “berusaha demi memfasilitasi prosedur ndak teratur demi pencairan iuran keuangan terhadap perusahaan.”

Baca: Saudi Terjebak Enggak Temukan Jalan Keluar di Yaman

Al-Mujib menambahkan bahwa tudingan itu berat sebab pelanggaran serius kepada kepercayaan publik dan angkatan bersenjata.

Kementerian Pertahanan Saudi yang berada dibawah komando langsung Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, pada Maret 2015 lalu sudah melancarkan perang kepada negara tetangganya yang miskin, Yaman, dalam usaha menginstal ulang pemerintahan sekutunya, Abed Rabbuh Mansur Hadi.

Sementara perang terus berlarut-larut selama hampir 4 tahun, Arab Saudi belum menemukan titik jelas kemenangannya di Yaman. Analis menyebut Rezim Saudi sudah terjebak dalam perangnya di Yaman yang cuma menghasilkan kerugian finansial dan kecaman warga global.

Loading...
loading...

Penangkapan pejabat kemenhan Saudi ini juga diduga merupakan lanjutan dari penangkapan besar-besaran oleh Putra Mahkota Arab Saudi pada akhir 2017, yang dikatakan selaku usaha pangeran Mahkota demi mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Baca: Penulis Saudi: Kenapa Putra Mahkota Seperti Menyaksikan Musuh Dimana-mana?

Ketika itu Putra Mahkota Mohammad bin Salman menahan lebih dari 300 pejabat penting dan banyak pangeran di hotel Ritz-Carlton di Riyadh. Mereka yang ditangkap dipaksa membayar sejumlah denda sebelum lantas dibebaskan. (ARN)



Source by Muhammad Najib

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *