Home / Berita Indonesia / PBNU Himbau Umat Islam Tidak Tergiur Gaji Besar ISIS

PBNU Himbau Umat Islam Tidak Tergiur Gaji Besar ISIS

PBNU: Jangan Tergiur Iming-iming yang Ditawarkan ISIS

Islam itu adalah agama yang ramah dan anti kekerasan, namun faktanya ISIS malah melakukan pembantaian kepada saudaranya sesama muslim.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan iming-iming yang dilancarkan oleh anggota Negara Islam Irak dan Surah (ISIS) untuk bergabung dengan kelompoknya.

“Masyarakat Indonesia jangan cepat terpikat dengan rayuan yang dilancarkan anggota ISIS supaya mau bergabung,” kata Ketua Pengurus Besar NU KH. Maksum Machfoedz, dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Selasa (17/3/2015).

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Polisi Rikwanto mengatakan, dari penyelidikan sementara ada beberapa faktor membuat sejumlah warga Indonesia tergiur datang ke Timur Tengah dan bergabung dengan ISIS. Menurut dia, ada dua jurus rayuan dilancarkan anggota ISIS supaya WNI mau bergabung.

“Pertama menjalankan syariat Islam utuh dalam arti berjihad dan mendapatkan penghasilan cukup. Tak tanggung-tanggung upah ditawarkan ISIS terhadap WNI hendak bergabung sekitar Rp 20 juta tiap bulan,” kata Rikwanto di Humas Polri, Jakarta, Senin (16/3/2015).

PBNU: Jangan Tergiur Iming-iming yang Ditawarkan ISIS… PBNU mengajarkan Islam yang ramah. Islam itu adalah agama yang ramah dan anti kekerasan.

Menurut PBNU, Islam agama yang ramah dan antikekerasan, ISIS justru membantai sesama muslim

Menurut Maksum, Islam itu adalah agama yang ramah dan anti kekerasan, namun faktanya ISIS malah melakukan pembantaian kepada saudaranya sesama muslim.

“Doktrin ISIS itu tidak sesuai dengan akidah Islam. Jangan tergiur dengan iming-iming ISIS karena mereka sadis yang membunuh saudaranya sesama muslim. Islam tidak seperti itu,” kata Maksum.

Lebih jauh, Maksum mengimbau kepada semua pihak agar menjadikan aksi radikalisme dan terorisme sebagai musuh bersama yang harus dihilangkan.

“NU sangat menentang radikalisme maupun terorisme. NU juga akan membuat fatwa supaya bisa memerangi gerakan radikalisme termasuk ISIS,” tukasnya. (Suara.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abdurrahman al-Baghdadi, Orang Pertama Kali Pembawa Isu Khlafah di Indonesia

Siapakah Orang Pertama Kali Pembawa Isu Khlafah di Indonesia? Disebut-sebut khilafah mulai ramai sejak tahun ...