PBB: 8,4 Juta Masyarakat Yaman Memerlukan Makanan

PBB: 8,4 Juta Warga Yaman Membutuhkan Makanan

PBB: 8,4 Juta Masyarakat Yaman Memerlukan Makanan

YAMAN – Kepala urusan kemanusiaan PBB menjelaskan perang di Yaman sudah menyebabkan 8,4 juta orang di negara itu memerlukan sokongan pangan yang mendesak.

Secara keseluruhan, 75 % dari 22 juta warga Yaman amat memerlukan sokongan, kata Wakil Sekretaris Jend. PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Sokongan Darurat, Mark Lowcock.

melansir dalam analisis yang diperoleh oleh Associated Press (AP) pada hari Senin, ia menjelaskan 3 juta orang Yaman mengalami kekurangan gizi, termasuk 1,1 juta perempuan hamil, “dan lebih dari 400.000 bocah kecil mengalami kekurangan gizi akut.”

Pejabat kemanusiaan “memperkirakan bahwa 3,5 juta sampai 4 juta lebih kelaparan dalam beberapa bulan ke depan,” kata laporan itu.

Kalau tren waktu ini terus berlanjut, kebutuhan makanan bisa meningkat “sebanyak 62 %,” katanya.

Dewan Keamanan PBB akan membicarakan laporan itu pada hari Selasa.

Menurut AP, lebih dari 10.000 orang sudah meninggal semenjak Arab Saudi memimpin sekutunya ke dalam perang Yaman untuk menginstal ulang kekuasaan eks sekutu Riyadh. Kementerian Kesehatan Yaman, bagaimanapun, memposisikan angka di atas 17.000 orang.

Amerika Serikat, dan negara-negara besar Eropa, termasuk Inggris dan Perancis, menyediakan perang dengan bermacam kategori sokongan, yang terpenting ialah penjualan senjata tanpa henti.

Loading...
loading...

Lowcock mendesak akses yang lebih mudah untuk operasi sokongan dan perluasan impor komersial.

Gabungan pimpinan Saudi memberlakukan embargo habis-habisan di Yaman. Ia mengakui pengepungan itu membantu membendung transfer senjata ke Angkatan Darat dan gerakan populer Houthi Ansarullah, yang membela negara dari penjajah.

Semenjak Juni, gabungan sudah terlibat dalam operasi angkatan bersenjata untuk merebut Hodeidah, pelabuhan paling penting di Yaman.

Kembali pada bulan September, kepala kemanusiaan menjelaskan Yaman tengah Ada di ujung kelaparan.

“Kita sekarang mungkin mendekati titik kritis, tidak mungkin untuk melarang hilangnya nyawa secara besar-besaran selaku akibat dari kelaparan yang meluas di semua negeri,” katanya. “Kami telah menyaksikan keadaan seperti kelaparan ini, termasuk Perkara di mana orang makan daun,” tambah Lowcock.

Ekonomi Yaman sudah mengalami kontraksi 50 % semenjak dimulainya perang, kata pejabat itu. [ARN]


Arrahmah News
Shared by Muhammad Zuhdi

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *