Home / Berita Irak / Pasukan Militer Irak di Anbar Diserang Jet Tempur Kanada

Pasukan Militer Irak di Anbar Diserang Jet Tempur Kanada

Ikuti Jejak AS di Irak, Jet Tempur Kanada Serang Posisi Pasukan Militer Irak di Anbar. Media-media berbahasa Arab melaporkan bahwa jet-jet tempur koalisi pimpinan AS telah memukul posisi pasukan Irak lagi. 

 

Islam-Institute, BAGHDAD – Sumber-sumber militer mengumumkan pada hari Senin (21/12) kemarin, bahwa jet tempur yang membombardir posisi militer pasukan Irak di provinsi Anbar pada hari Minggu sebelumnya adalah milik pasukan angkatan udara Kanada.

Pengumuman itu dilakukan setelah media-media berbahasa Arab melaporkan bahwa jet-jet tempur koalisi pimpinan AS telah memukul posisi pasukan Irak lagi.

“Jet tempur yang menghantam posisi pasukan Irak di kota Fallujah provinsi Anbar adalah milik Kanada,” ungkap website berita berbahasa Arab, al-Soumeria mengutip keterangan dari sumber militer Irak pada hari Senin kemarin.

Sembilan Pasukan Keamanan Irak telah dikonfirmasi tewas dalam serangan udara yang merupakan kesalahan Amerika Serikat pekan lalu saat mendukung pasukan darat di al-Naimiyah, Fallujah. Lebih dari 20 tewas dan 30 lainnya telah mengalami cedera telah dalam insiden itu.

Insiden itu terjadi saat militer Irak telah membuat kemenangan besar di sepanjang Selatan Fallujah, provinsi Anbar, dan merebut kembali bangunan-bangunan utamanya.

Sementara, seorang anggota parlemen dari Parlemen koalisi Al-Muwatin (persatuan warga) Irak, menyeru segera diadakannya penyelidikan terhadap serangan udara AS yang menyebabkan kematian tentara Irak.

“Kami melihat bahwa serangan Koalisi angkatan udara di kamp-kamp Tentara Irak terus, bertepatan dengan kemenangan pasukan (Irak), sehingga dengan sendirinya menunjukkan kesembronoan dari koalisi internasional melawan Daesh [akronim Arab untuk Negara Islam Irak dan Levant] dan dalam upaya untuk memberantas terorisme, “kata Mohammed Masoudi. “Oleh karena itu, kami mengulangi seruan kami kepada pemerintah Irak untuk membuka penyelidikan mendesak untuk memperjelas peristiwa insiden itu.”

Ketua Keamanan parlemen Irak dan komite pertahanan, Hakim Zamli mengatakan kepada Sputnik pekan lalu bahwa Baghdad berencana untuk mengejar masalah ini melalui pengadilan, meminta Amerika Serikat bertanggung jawab atas apa yang menurutnya adalah sebuah kejahatan perang. (AL/ARN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menteri Perang ISIS Eks Kepala Pasukan Khusus Didikan AS

MOSUL, Menteri Perang ISIS – Kolonel Gulmurod Khalimov, mantan kepala pasukan khusus Tajikistan. Sosok ini pernah ...