prajurit Irak, Rusia, Iran dan Suriah Berkoalisi Perangi ISIS

Website Islam Institute
Loading...

Irak, Rusia, Iran, Suriah Bentuk prajurit Gabungan Akan Perangi ISIS 

Sergei Smirnov, wakil direktur ke-1 dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), menjelaskan pada 18 September bahwa nyaris 2.400 masyarakat Rusia waktu ini berkoalisi dengan kubu teroris ISIS.

Islam-institute.com, BAGHDAD – Irak bekerja sama dengan Iran, Rusia, dan Suriah membentuk pusat info untuk melawan kubu teroris ISIS, yang sudah mendatangkan bencana di negara Arab tersebut semenjak 2014.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh komando operasi gabungan angkatan bersenjata Irak menjelaskan pada Sabtu (26/9/15) bahwa para pejabat Irak terlibat dalam kerjasama intelijen dan keamanan dengan pejabat di 3 distrik di ibukota Irak, Baghdad.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kerjasama tersebut dilaksanakan akibat adanya kekuatiran Rusia yang meningkat soal keberadaan ribuan teroris asal Rusia yang melaksanakan tindak kejahatan bareng dengan ISIS.”

Sergei Smirnov, wakil direktur ke-1 dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), menjelaskan pada 18 September bahwa nyaris 2.400 masyarakat Rusia waktu ini berkoalisi dengan kubu teroris ISIS.

loading...

“Info yang ada pada kami memperlihatkan bahwa kisaran 2.400 masyarakat Federasi Rusia telah mengambil bagian dalam aktifitas organisasi ini. Ini cukup beberapa,” katanya.

Menurut media Rusia, pimpinan pusat gabungan bareng akan ditetapkan secara bergilir di antara 4 negara, diawali dari Irak.

Sebuah sumber yang berbicara dengan isyarat anonim, menjelaskan Rusia Interfax News Agency malaporkan komite mungkin dibuat di Baghdad untuk merencanakan operasi angkatan bersenjata dan mengendalikan unit angkatan bersenjata dalam perang melawan ISIS.

“Maksud Inti dari pembentukan Tentara gabungan ini akan mengumpulkan, memproses dan menganalisis info terkini Soal situasi di Timur Tengah – khususnya untuk Peperangan IS (ISIS),” RT mengutip sumber militer-diplomatik yang menjelaskan.

Kemajuan ini Hadir sesudah New York Times mengabarkan, Sabtu, mengutip intelijen AS dan aparat penegak hukum, bahwa kisaran 30.000 gerilyawan lebih dari 100 negara, termasuk lebih dari 250 orang Amerika, sudah melaksanakan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk berkoalisi dengan barisan kubu teroris Takfiri yang beroperasi di ke-2 negara.

Aksi anarkis menakutkan sudah melanda bagian utara dan barat Irak semenjak ISIS melancarkan serbuan pada bulan Juni 2014, dan mengambil alih beberapa wilayah. (al/Ptv/Sfa)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :