Pasca Kudeta Angkatan bersenjata di Turki, Erdogan Umumkan Kondisi Darurat

Website Islam Institute

ANKARA, Turki TerkiniPasca kudeta militer di Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjelaskan kudeta angkatan bersenjata yang gagal Minggu lalu dalam melawan pemerintah sudah membuka “era baru” di negeri ini. Erdogan juga Menegaskan bahwa seluruh member komplotan kudeta akan dituntut, dan mengumumkan Turki dalam kondisi darurat.

“Dengan gagalnya usaha kudeta bersenjata ini, Turki sudah masuk era baru,” kata Erdogan dalam sebuah siaran pra-rekaman pidato di televisi nasional pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki, pada hari Sabtu 23/07/2016.

Pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki, Erdogan menggambarkan orang-orang di balik kudeta selaku “teroris seragam angkatan bersenjata,” dan menulis bahwa mereka seluruh bertanggung jawab pada “negara, aparat keamanan dan peradilan atas tindakan mereka.”

Kudeta angkatan bersenjata di Turki diawali pada 15 Juli, tatkala sebuah faksi angkatan bersenjata Turki mengumumkan sudah mengontrol negara dan pemerintah. Tank, helikopter dan pasukan lalu bentrok dengan polisi dan orang-orang di jalan-jalan ibukota, Ankara, dan Istanbul.

Pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki yang gagal tersebut, ada lebih dari 300 orang meninggal dari ke-2 belah pihak waktu kudeta secara berangsur mulai memperoleh intimidasi dari penyokong Erdogan.

 

Erdogan beberapa melaksanakan penagkapan pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki.

Di tempat lain dalam sambutannya Pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki, Presiden Erdogan menjelaskan bahwa 13.165 orang sudah ditangkap sejauh ini, 5.863 di antaranya terlibat usaha kudeta dan sisanya masih dalam penyelidikan.

Pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki, pada hari Kamis, parlemen Turki Sepakat RUU yang mengumumkan kondisi darurat, yang memungkinkan Ankara untuk memangkas proses legislatif dalam memembuat undang-undang baru dan membatasi atau menangguhkan hak dan kebebasan yang mereka anggap Penting.

Kecuali itu, pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki, Erdogan mengeluarkan keputusan pertamanya semenjak awal kondisi darurat, di mana masa penahanan para penyokong kudeta diperpanjang dari 4 hari sampai 1 bulan.

Pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki Minggu lalu, Erdogan menerangkan bahwa sejauh ini, 934 sekolah, 109 asrama maha siswa, 15 universitas, 104 yayasan, 1.125 organisasi amal, 35 lembaga kesehatan dan 19 serikat ditutup. Tindakan keras pemerintah Erdogan pada mereka sebab dipercayai sudah memainkan peran dalam kudeta angkatan bersenjata pada 15 Juli lalu.

Erdogan juga meneruskan dengan menjelaskan bahwa proses sudah diawali untuk membersihkan PNS yang mempunyai link ke Fethullah Gulen, figur publik oposisi yang berbasis di AS yang dituduh oleh Ankara mendalangi usaha kudeta.

Keponakan Gulen, Muhammad Saitd Gulen, dan Halis Hanci, seorang pembantu senior Fethullah Gulen, sudah ditahan selama kudeta. Rezim Erdogan melaksanakan banjyak penagkapan kepada orang-orang yang dituduh ada link dengan Fethullah Gulen Pasca kudeta angkatan bersenjata di Turki.

 

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.