Para Sufi Dituduh Anti Jihad: Faktanya Ulama Sufi Ialah Tokoh Jihad Terdepan

Loading...

Ulama Sufi – Mungkin di antara kita seluruh ada yang belum tahu bahwa Para sufi ialah sosok-sosok yang senantiasa difitnah oleh ajaran WAHABISME. Fitnah ini sukses mempengaruhi sebagian bocah-bocah muda yang awam agama, mereka jadi kontra belebihan kpd sufi dan tashawuf. Bahkan saking bencinya, mereka bangga menisbatkan dirinya selaku Anti Sufi.

Sungguh mereka yang ikut-ikutan selaku anti sufi itu ialah asli korban fitnah ajaran Wahabisme. Dan bagian fitnah Wahabisme yang paling populer beredar di masarakat ialah bahwa sufi dan ilmu tasawuf mengjarkan anti jihad. Benarkah fitnah yang senantiasa dilontarkan kpd para sufi tersebut? Sebelum menjawab sebaiknya kita lihat faktanya dalam sejarah yang ternyata para sufi ialah para tokoh terkemuka dalam berjihad membela agama Allah Swt….

CC BY-NC-ND by miss_ubisetela

Perjuangan Ulama Sufi Menegakkan Islam Di Medan Perang

Oleh : Ustaz Husni Allangkati

Muka Umar Mukhtar “Lion Of The Desert”
Beberapa sekali kita dengar dari golongan yang memusuhi dan anti sufi  bahwa ulama sufi tak pernah mengikuti peperangan jihad fisabilillah, mereka cuma sibuk dengan ibadah dan melupakan kewajiban jihad, mereka mencoba untuk menghilangkan sejarah yang pernah diukir oleh pembesar-pembesar sufi yang ikut dalam perjuangan melawan kafir-kafir penjajah negeri islam, mereka memutar balikkan fakta yang ada, berikutnya mereka membanggakan diri dengan menyebut selaku pahlawan yang mati-matian menyerbu musuh islam dan mengobarkan panji jihad, mereka ialah musuh Amerika yang tak takut mati, musuh ummat kristen yang gagah berani, ditangan mereka berdirinya syariat, merekalah kubu yang benar dan berjaya memperoleh naungan surga.
Tetapi apakah jihad mereka sesuai dengan peraturan al-Qur
an dan sunnah Nabi, kenapa beberapa ummat islam yang mereka bunuh dengan letupan bom, berapa beberapa nyawa melayang dengan serbuan bom rakitan yang diledakkan oleh mereka, berapa beberapa wanita yang jadi janda cuma sebab tak faham makna jihad sesungguhnya, berapa beberapa bocah-bocah jadi yatim sebab bom bunuh diri, Bali yang indah digoncang oleh bom atas nama jihad mereka, Jakarta yang megah diserang bom atas nama jihad, Besawir Pakistan yang meriah hancur luluh lantah dihantam bom bunuh diri atas nama jihad, Syarmun Syeikh Mesir yang cerah tak ketinggalan di bom oleh mereka, somalia jadi tempat darah bersimbah cuma atas nama jihad, yang mati juga orang islam, yang diperangi juga orang islam, inikah jihad mereka, padahal Rasulullah saw mencegah kita untuk menghabisi kafir Zimmi, bagaimana pula mereka menghabisi ummat islam?
Para ulama sufi dari dahulunya memang telah dikenal tangguh di medan perang, mereka tak pernah takut mengikuti peperangan, tetapi mereka tak suka membesar-besarkan keikutsertaan mereka di dalam peperangan, sebab hal tersebut sanggup membikin niat tak ikhlas. Karena itulah Imam Bukhari menaruh hadits niat di dalam bab berjihad fisabilillah, sebab niat yang ikhlas dalam bejihad terlalu penting sekali, orang yang mati dalam peperangan fisabilillah kalau tak mempunyai niat yang ikhlas maka dia mati sia-sia tak memperoleh gelar syahid.
Tetapi diantara para Sufi yang mengikuti peperangan melawan kaum kuffar ada terdapat sebahagiannya yang sudah ditulis oleh sejarah, diantara ulama-ulama sufi yang mengikuti peperangan melawan musuh ialah :
1 – Imam Abu Hasan Syadzuli, selaku Imam Sufi yang teragung, dan sudah menggambungkan ilmu hakikat dan syariat, Qutub pada zamannya, mengikuti peperangan yang terjadi di Kota Mansurah ( Mesir ) pada tahun 642 hijriyah. Walaupun umur beliau sudah melewati enam puluh tahun, mata beliau sudah buta tetapi tak mematikan semangatnya untuk menyertai jihad fisabilillah. Siang malam beliau berdoa supaya Allah memberikan kemenangan dalam peperangan melawan pasukan Salib yang datang melalui kota Dimyath. Akhirnya pada suatu malam beliau memperoleh berita gembira dari Rasulullah saw dalam mimpinya soal kemenangan ummat islam.  Sulthan ulama izzuddin Abdussalam meminta pasukan Islam mendengarkan berita gembira dari Syeikh Abu Hasan Syadzuli sehingga berita gembira tersebut jadi kenyataan yang indah, pasukan salib dapat dikalahkan bahkan Raja Lois IX ditawan oleh ummat islam dan diletakkan dirumah Ibnu Luqman dikota Mansurah ini terjadi pada tahun 648, tempat ini masih ada sampai sekarang, syeikh Abu Hasan meninggal dunia pada tahun 656 hijriyah dan dikuburkan di Humaisara. (1 )
2 – Syeikhul Islam Sulthonul ulama al-Mujtahid Izzuddin Abdussalam merupakan seorang sufi yang hebat dan berani, beliau merupakan ulama yang terlalu ditakuti dan di segani, tak cuma ahli dalam ilmu agama tetapi juga ikut tampil didalam peperangan melawan musuh islam, keberaniannya juga tampak dihadapan para pemerintahan islam yang tak patuh kepada ajaran agama, beliau juga senantiasa mengikuti kajian agama Syeikh Abu Hasan Syadzili dan terlalu menghormatinya, diantara peperangan yang beliau ikuti ialah :
a ) Peperangan Salib yang terjadi di kota Mansurah menghadang pasukan musuk yang datang melalui kota Dimyath ke kota Kairo, didalam peperangan ini beliau beserta Syeikh Abu Hasan Syadzuli ikut terjung langsung ke medan jihad sehingga tertawannya Raja Lois IX, diantara kejadian yang terlalu dikenang saat itu ialah teriakan Syeikh Izzuddin kpd angin saat menyaksikan banyaknya kapal-kapal perang Francis yang menghadap ke dermaga Dimyath, dengan suara yang kuat Syeikh Izzuddin berkata : ” Wahai angin hancurkan meraka “, saat itu juga angin menghancur-leburkan kapal-kapal perang Francis, sehingga seorang prajurit muslim menjelaskan :  Segala puji bagi Allah yang sudah melihatkan kpd kami dari golongan ummat Nabi Muhammad yang sudah Allah mudahkan untuk menundukkan angin.
b) Peperangan melawan Tatar, saat itu Tatar sudah menguasai Baghdad dan ingin ke Syam, menguping berita kedatangan tentra Tatar yang tak berprikemanusian dan terkenal biadap, maka Sulton Saifuddin Quthruz mempersiapkan tentera untuk menyerbu pasukan Tatar, tetapi serbuan tersebut sesudah hari raya, Syeikh Izzuddin menyeru kpd Sulthan supaya menyerbu mereka saat bulan ramadhan dan menjanjikannya dengan kemenangan, janji tersebut jadi kenyataan sehingga pasukan Tatar ( Mongngolia ) kalah didalam peperangan Ainul Jalut pada tahun 658 hijriyah.  Beliau meninggal dunia tahun 660 hijriyah (2 ).
3 – Pangeran Abdul Qadir al-Jazairi, seorang yang ahli didalam ilmu hadits dan tasawuf yang mempunyai sifat tawadhu dan rendah hati, tetapi tak ingin negerinya dijajah oleh Francis, beliau menyerbu tentera musuh dengan gagah berani sehingga melemahkan pasukkan Francis dan keuangan mereka, peperangan ini memakan waktu lebih dari tujuh belas tahun lamanya.(3 ).
4 -Syeikh Ahmad Syarif Sanusi, saat Syeikh Ahmad sudah dilantik jadi pemimpin Zawiyah Tariqah Sanusiyah pada tahun 1900 Masehi bersesuaian tahun 1320 Hijriyah, beliau langsung mengumumkan perang melawan musuh Allah penjajah tanah air mereka, gerakan ini membikin pasukkan Francis kewalahan berhadapan dengan serbuan pasukan Sanusiyah, saat itu juga pasukan Italia sudah menguasai Barqah, tetapi memperoleh perlawanan dari Syeikh Ahmad Syarif Sanusi, perjalanan hidupnya full dengan perjuangan sehingga beliau meninggal dengan tenang di kota Madinah sesudah datang dari Syam.( 4 )
5 – Umar Mukhtar, seorang tenaga pendidik di Jawiyah Sanusiyah yang sudah mengambil Tariqah dari Mursyid Sanusiyah, beliau mengajak murid-muridnya untuk berjihad fisabilillah melawan Italia yang sudah menduduki kota Banghazi Libya, beliau sudah memerangi Italia sebanyak 263 kali dalam masa duapuluh bulan saja, membikin Pasukkan Italia marah dan mengepung pasukkannya, sehingga beberapa tentera islam yang menyertainya jatuh gugur menghadap Allah, akhirnya beliau ditangkap dan dipenjara selama empat hari, lalu diganjar gantung sampai mati pada tahun 1350 hijriyah.( 5 )
6 – Muhammad Izzuddin Qassam Syadzuli, beliau merupakan seorang syeikh Jawiyah Syadzuliyah di gunung al-Adhamiyah dibahagian negeri Suria, sesudah selesai perang dunia pertama tahun 1918 M negeri Francis menjajah bahagian tepi pantai Suria, saat itu beliau mengajak para muridnya untuk mengangkat senjata menyerbu penjajahan Francis, beliau juga turut perang melawan Israel yang sudah menduduki Palestina, pada tahun 1934 meletus revolusi sehingga beliau gugur Syahid dalam peperangan, lalu dikuburkan di Haifa, murid-muridnya sampai sekarang masih ada dan mempunyai pasukkan yang berani didalam peperangan, pasukkan itu ialah Kataib Izzuddin Qassam. ( 6 )
Masih beberapa lagi pahlawan-pahlawan sufi yang gugur didalam peperangan baik yang dicatat di dalam sejarah maupun tak tertera, semoga Allah melimpahkan surga kpd mereka dan kita seluruh.
<h2><em><strong>Rujukan :</strong></em></h2>
( 1 ) Bayanul Jazim Anna Tasawuf litazkiyatil Manusia Nahjul Lazim karya Sa
id Abul Asad : 132, Tabaqat Syadzuliyah al-Kubra karya Abu Ali Hasan bin Muhammad al-Faasi : 20. Husnul Muhadharah Fi Tarikhi Mesr Wal Qahirah Karya Imam Sayuti : 1 /401.
( 2 ) Bayanul Jazim : 133 , Husnul Muhadharah Fi Tarikh Mesr wal Qahirah : 1 / 142, Maktabah al-Ashriyah Lubnan.
( 3 ) <strong>Bayanul Jazim</strong> : 134
( 4 ) Bayanul Jazim : 136
( 5 ) Natsrul Jawahir Wa Dururu Fi Ulama Qarni Rabi
Asyar :1/939, Bayanul Jazim : 144.
( 6 ) Natsrul Jawahir Wa Dururu Fi Ulama Qarni Rabi
Asyar : 2 / 1352.
<strong>Biodata Ustaz Husni Allangkati :</strong>
Medan, Sumatra Utara, Indonesia Lahir di Besitang Langkat tarikh 26 Dzulqa
idah 1400 H,Tamat SDN 050780 thn 1992, Ijazah Tsanawiyah Negeri 31 Mei 1996,Ijazah Tsanawiyah Mahad Musthafawiyah 1997 M, Musthafa,Ijazah Mas 29 Mei 1999 M, Ijazah Lisence Universitas Al-Azhar 2004 M, Ijazah Defloma Master Mahad Ali Darasat Islamiyah 17 Januari 2007 M, Kuliyah Usuluddin al-Azhar Jurusan Hadits Syarif.
Sumber : http://allangkati.blogspot.com/2010/02/para-ulama-sufi-di-medan-perang.html
http://www.facebook.com/note.php?note_id=175464309163689&id=108304072564570

Loading...

You might like

About the Author: admin

42 Comments

  1. Doa saja tidak cukup. Dari jiwa-jiwa yang sejuk itu lahir perlawanan yang tangguh. Bagi Ilahi mereka bersimpuh. Atas tirani mereka bertarung.
    Gerakan Jihad para Sufi pada masa modern.
    Awal abad ke 20 M Gerakan revolusi di libya dipimpin oleh tarekat sanusiyah. Diantara pemimpin nya adalah Umar al-Mukhtar dan Ahmad Syarif al-Sanusi.
    terlepas dari perpecahan umat Islam di Aljazair pada masa khilafah Utsmaniyyah, umat Islam di sana tetap bersatu dalam menghadapi pasukan salib demi menjaga kehormatan Agama. “Kaum Sufi-lah yang mempelopori perang agama pada saat itu (Majallah al-Turats al-‘Arabi tahun 1994 dengan judul al-Hudhur al=Shufi fi al-Jaza’ir ‘ala al-Ahdi al-utsmani)”
    “Ketika memulai serangan di Al-Jazair, penduduk AlJazair bersatu demi mempertahankan negara mereka dan menghadapi serangan musuh. Mereka terdiri dari kaum muslimin dan warga pribumi Aljazair. Pemimpin perlawanan tersebut adalah kelompok-kelompok tarekat. Merekalah yang mempersatukan masyarakat Aljazair (al-harakah al wathaniyyah al-jaza’iriyah, jilid 1, h. 298)”
    Ahmad Tawfiq Madani, dalam Tarikh al-Jaza’ir mengatakan : “Kelompok Tasawuf berhasil mempertahankan Islam disaat kebodohan dan kegelapan melanda negara ini. Kalaulah tidak dengan perjuangan mereka, mungkin kita tidak akan menemukan suasana kearaban atau ilmu keislaman di negara ini.”
    Itu sekelumit tambahan tentang perjuangan Sufi di medan Jihad. Ingat! Sufi berjuang dengan hati, maka Allah menguatkan jasadi mereka. Sangat berbeda dengan orang yang merasa berjuang tapi dengan emosi dan ego diri.

  2. aaalllaaaaammmmaaaaa. . . .disambung juga. . .
    tutup di satu tempat buka juga tempat lain. . .
    kapan pula ini selesainya. .
    ce ka. .ce ka. .

  3. para ‘mujahidin’ wahabi tidak tahu bagaimana kemarahan kaum sufi ketika Kesucian Jihad dikotori oleh mereka..
    Wallahualam

  4. Mohon dimuat tulisan tentang perjuangan Imam Shamyl.. sekarang Chechnya terus dibikin berantakan oleh orang2 Wahabi yang malah anti kaum Sufi.
    Imam Shamyl dikuburkan di Madinah, di pekuburan para Sahabat nabi.

  5. Postingan di atas hanya sebagian kecil dari fakta yang ada tentang fatwa jihadnya ulama sufi..
    Yang ana tunggu ini, mana fatwa jihadnya wahabi??
    Omong kosong, masi mending syiah dalam hal perlawanan ke israel dan antek2nya

  6. All ASWAJA@
    Kami menyadari sepenuhnya menulis komentar itu tidak gampang, apalagi berkomentar dalam blog yang postingan-postingannya berisi artikel yang menyoroti WAhabisme semacam UMMATI PRESS, untuk berkomentar diperlukan ilmu pengetahuan yang cukup lumayan. Kami menilai sungguh sangat bermanfaat apa-apa yang dikomentarkan oleh teman-teman di sini, semuanya berbobot dan insyaallah sanggup menggugah pikiran orang-orang yang malas berpikir. Semoga orang-orang yang seperti kerbau dicocok hidungnya itu menemukan dirinya kembali setelah tersesat jalan dalam gelapnya kebohongan-kebohongan Wahabisme.
    Kami sampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman semuanya, Mas Syahid, Mas mamo, Mas Arumi, Mas Dianth, Mas Wong, Mas Gondrong, Bang Abar Caniago, Lemahireng, dan semuanya yang tak bisa disebut satu persatu.
    Jazaakallohu khoiron katsiro, semoga komentarnya berkah, amin….

    1. mas mamo benar , tidak semua yang diajarkan Wahabi salah semuanya , hanya prosentase kesalahannya jauh lebih banyak ketimbang yang benarnya , bahkan beberapa kesalahannya sangat fatal, menggiring kepada kekufuran dan kemusyrikan , semoga Ummat Islam sadar akan hal itu. amien.

  7. @mamo
    ya kayaknya mereka-mereka itu sudah terdoktrin begitu kuatnya sehingga tidak bisa melihat lebih jernih apa itu tasawuf.
    Tapi saya punya temen yang aneh lho, Dia anak dan sering ikut kajian salafi tetapi hobinya wiridan di maqam wali. Bahkan hampir semua maqam wali di tanah Jawa sudah di kunjungi, tp motivasinya biar sakti. Bahkan memasang susuk di tubuhnya. ANEH kan mas he he he he

    1. ya termasuk aneh itu …..ya memang sih semua yang di ajarkan di salafi itu salah sumua …..banyak ajaran yang sesuai syariat juga ……nah kalau sudah masuk ranah Bid’ah itu yang menurut pemahaman mereka dalam penerapanya saya kira keliru sebab banyak dalil atau hadist dalam mentafsirkan menurut selera mereka tanpa melihat / membandingkan dgn pemahaman dari ulama2 terdahulu yang jelas2 seumur hidup beliau2 hanya untuk islam dan di akui umat islam di dunia……la yang sangat memprihatinkan baru tahapan belajar saja sudah berani komen di masyarakat yang ini/itu bid’ah …..dianggapnya mudah sekali membuat FATWA ……begitu pendapat ana @lemah ireng .

  8. Mas syahid dan mas mamo, para pembenci sufi dan tasawuf berusaha untuk memadamkan cahaya kenabian dgn segala cara, bahkan pendapat orientalis yg jelas-jelas membenci islam asalkan menghujat tasawuf juga mereka ambil. Mereka tidak sadar atau pura-pura tidak tahu bahwa kajian-kajian ilmu tasawuf islam telah diakui para imam dan ulama, mereka tidak mau tahu kalau para sufi telah banyak berjasa menyebarkan agama ini, mengajarkan ahlak dan perbersihan jiwa serta turut memberikan warisan kajian ilmu keislaman yg tiada taranya. Tiada ulama yg menolak tasawuf islam, yg mereka tolak adalah penyusup dan sempalan atas nama tasawuf. Hanya zaman sekarang inilah ada orang-orang yg menolak tasawuf islam secara mutlak. Bahkan menganggap tasawuf islam bukan dari islam, mereka mengutip pernyataan orientalis musuh islam. Masyaallah.

    1. sebetulnya kalau kita berfikir yang santai ,….rilax,…..ngga ada beban ,……kita berbprasangka baik ” MEREKA ITU BELUM TAU ” apa itu ilmu tasawuf yang betul yang sesuai dgn Al Qur’an dan hadist ….yang memprihatinkan mereka nggak mau mempelajarinya bahkan sudah ada doktrin dari “ulama” mereka tasawuf itu bukan dari islam …….jadi mendengar namanya aja udah ALERGI …… laa…..udah gitu NGEYELNYA …..masyaAlloh ……..

  9. Mas wong adalah seorang muslim yg insya allah mendapat syafaat nabi. Kalau ada muslim yg menghina orang yg mengharap syafaat nabi, tentu kita maklum bgmn ahlak dan akal orang itu. Kasihan…

    1. mas dianth , sebenarnya para Mujassim Wahabi ngerti Tashowuf tidak sih ? kok ya kaya kerbau dicocok hidungnya , kemana Imamnya brangkat diikutin , tanpa kritisi sedikitpun.

  10. anti tasawuf@
    Yang nggak sadar akan maqamnya (derajatnya) yang rendah adalah Iablis. Iblis lebih parah dari hewan.
    Kalau kita menyadari derajat kita yang rendah seperti kontemplasi yg diungkapkan Mas Wong, itu artinya kita sadar, dengan kesadaran itu bisa menjadi modal untuk berusaha meningkatkan derajat (maqam) kita, salah satunya dengan banyak-banyak membaca shalawat kepada Nabi Saw.
    Tetapi kalau nggak sadar bagaimana dia bisa memulainya? Merka akan terus-terusan dalam kubangan nafsu hewaniyah dan tidak akan naik derajat. Ingat dan sadarlah, bahwa manusia adalah hewan-hewan yg pandai berpikir dan bicara! Justru yg sadar seperti Mas Wong itu otomatis sudah keluar dari derajat binatang.
    Insyaallah, kalau antum cerdas bisa mengerti setelah dikasih penjelasan ini.

  11. Mas wong, terima kasih atas nasehatnya. Saya jadi sadar betapa dalam hidup ini kita hampir selalu mengikuti hawa nafsu. Betapa kita berharap mendapatkan syafaat kanjeng rasul. Semoga kita semua mendapat syafaat kanjeng rasul. Buat yg anti tasawuf, semoga lekas sadar dan hilang bebalnya, karena tanda-tanda kebodohan itu tidak mengerti nasehat dan perkataan orang lain.

  12. baca tulisan diatas ky nton film angling dharma… hebat ya angin bisa di suruh2,ky pembantu aja..
    baru tau klo mas wong ko lutan tu derajatnya hewan to,,,
    sufi aneh..

  13. Nasehat beneran dari saya, ini buat all muslim yang saya cintai semuanya….
    Kita harus sadar bahwa manusia itu sulit beneran menaikkan maqam (derajat), kebanyakan kita memang berwujud manusia tapi derajatnya hewan, hewan, hewan! Karena itu seandainya tidak ada syafaat Kanjeng Rasul Saw, entah bagaimana kita-kita ini nantinya di akherat.
    Saya bukannya mengajak psimis, saya pribadi sungguh menyadari derajat saya yang demikian, karena itulah saya banyak-banyak membaca shalawat supaya nanti dikenali oleh Kanjeng Rasul Saw. Dan oleh karena itu pula, saya mengajak antum semua dengan segenap rasa cinta yang dalam, marilah kita banyak-banyak-banyak membaca shalawat agar kita semua nanti dikenal oleh Kanjeng Rasul Saw. Kalau kita dikenali oleh Kanjeng Rasul Saw, maka bisalah berharap memperoleh syafaatnya kelak, amin….

  14. Mas Dianth dan teman-teman semuanya, ini saya dapatkan kata-kata seorang Imam Sufi Mutaqoddimin (seorang Tabi’in):
    “Aku tahu.. Rizki-ku tak mungkin diambil orang lain, Karenanya hatiku tenang. Aku tahu.. Amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, Maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu.. Allah selalu melihatku, Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan kemaksiatan sekecil apapun. Aku tahu.. Kematian menantiku, Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabb-ku.
    Hasan Al-Bashry”

  15. Isi dada rasul tentu keimanan dan ilmu. Lalu ilmu mana lagikah yg lebih tinggi selain ilmu tentang jalan menuju keridhoaan tuhannya? Yaitu ilmu untuk selalu mengingatNya? Ilmu itulah yg diwariskan oleh beliau SAW. Sungguh rugi tidak mengambilnya dari ulama pewaris nabi.

  16. Kok bisa tahu ya isi dada Rasul. trus ulama yang mana pewaris nabi. gak pernah dengar imam hanafi, malik, syafi’i, imama ahmad, tsaury, al auza’i ngaku jadi sufi. jangan-jangan ulama pewaris nabi yang lain. dan cahaya nabi yang lain. bukan Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib.

  17. Mas arumi benar, mereka yg mempelajari teori tasawuf tanpa bertarekat dan berguru ama mursyid biar botak sampai jadi profesor juga tak akan bisa jadi sufi sejati. Karena ilmu ini ada di dada para ulama, sebagaimana ada di dada rasulullah. Ilmu ini hanya bisa diambil dari ulama pewaris nabi. Karena ilmu ini kata imam ghazali adalah cahaya kenabian. Kasihan pengikut wahabi tidak mau merasakannya.

  18. Sufi sejati adalah best of the best dari Ummat Nabi Muhammad Saw, ada pun sufi gadungan adalah seburuk-buruk ummat Nabi Muhammad Saw. Sufi gadungan adalah mereka yg getol mempelajari ilmu tazkiyatun nafsi secara teoritis tanpa bimbingan guru mursyid yg kamil mukamil.

    1. para Sufi dalam ibadah apapun selalu LILLAHI TA’ALA jadi nggak pamer semua karena Alloh wujud menCINTAI kepada Alloh …..

KOLOM KOMENTAR ANDA :