Para Penentang Pancasila Supaya Tinggalkan Indonesia

Website Islam Institute

KH Said Aqil Sirodj minta para Penentang Pancasila supaya tinggalkan Indonesia. Ketum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj meminta pihak-pihak yang tidak sepaham dengan Pancasila supaya angkat kaki dari Indonesia. Kyai Said menjelaskan hal itu pada waktu warning Hari Santri Ketiga di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).

Menurut Kiyai Said, telah seharusnya Pancasila tidak dipersoalkan lagi. Semestinya para Penentang Pancasila tidak lagi mempermaslahkan Pancasila selaku dasar negara. Karena, Pancasila Adalah ideologi bangsa Indonesia yang tidak bisa dipertentangkan semaunya.

“Pancasila tidak boleh dipermasalahkan. Saya minta aparat bagi siapa yang mempermasalahkan Pancasila, tangkap! Terang menabrak dasar undang-undang,” kata Kiyai Said.

Sementara di sisi lain, Kiyai Said juga mengharapkan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai waktu ini layak diapresiasi.

“Untuk yang menerima Pancasila silakan hidup di Indonesia. Tetapi untuk yang Tidak mau dan masih mempermasalahkan Pancasila, silahkan hidup di Afganistan,” tegas Kyai Said mengingatkan para Penentang Pancasila.

Lebih detail ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 itu menjelaskan, saban manusia Indonesia yang berideologi Pancasila Adalah saudara. Karena, perbedaan suku, agama dan budaya bukan artinya mesti mengikis brothership. Yaitu brothership sebangsa setanah air.

“Kita seluruh dengan orang Papua, orang NTT atau dari Sumatera Utara itu saudara sebangsa setanah air. Brothership sesama, sebangsa dan setanah air juga sesama ummat manusia.” Ucap Kiyai Said dalam warning Hari Santri yang mengangkat tema “Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila dan NKRI”.

Para Penentang Pancasila Selaku Dasar Negara Supaya Ditangkap

Ketum PBNU menghimbau pihak aparat, bagi para Penentang Pancasila, atau siapa saja yang masih mempermasalahkan Pancasila selaku dasar negara supaya ditangkap. Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) KH Said Aqil Sirodj meminta seluruh pihak tidak lagi mempermasalahkan Pancasila selaku dasar negara. menurutnya, hal itu telah final. Pernyataan kiyai Said ini sebagaimana disampaikan dalam pidatonya pada warning Hari Santri di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (22/9/2017).

Tapi seperti ini, kata kiyai Said, Pancasila boleh dielaborasi untuk mencari penerapannya dalam bermacam lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kiyai Said menambahkan, kaum santri semenjak lama sudah menyepakati secara final. Hal itu ditunjukkan dengan sikap NU yang menerima waktu tujuh kata dalam piagam Jakarta yang mengumumkan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi muslim.

Sikap itu, lanjut Kiyai Said, menunjukan kemoderatan dan toleransi yang senantiasa dijunjung tinggi oleh para santri dan ulama.

Hal tersebut, sambung dia, senada dengan Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kala itu, kata Said, Nabi Muhammad dperintahkan oleh Allah untuk membangun organisasi besar yaitu ummat.

“Ummat yang diperintahkan oleh Allah ialah wasathan, moderat, anti aksi anarkis, tidak radikal dan tidak liberal. Itu sesuai dengan misi umatan wasathan (ummat tengah-tengah). Artinya Islam anti-radikalisme dan liberalisme,” ujar Said.

source

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.