Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ziarah ke Gus Dur

Panglima TNI, JOMBANG – Patut dicontoh apa yg dilaksanakan Panglima TNI ziarah ke Makam Gus Dur bareng prajuritnya. Langkah Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengembangkan tradisi ziarah ke makam para eks Panglima Tertinggi TNI memperoleh apresiasi dari KH Salahudin Wahid (Gus Sholah). Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang ini juga menyebut Gatot Nurmantyo menguasai sejarah Indonesia dengan baik.

Hal itu diungkapkan Gus Sholah setelah menerima kunjungan iring-iringan ziarah dalam rangka HUT ke-71 TNI di Pesantren Tebuireng, Selasa (27/9/2016) siang. Sebelum berziarah, Panglima TNI Gatot dan Gus Sholah sempat berbincang-bincang kisaran 20 menit di Dalem Kasepuhan Tebuireng.

“Panglima dan saya berbincang-bincang soal Resolusi Jihad. Ternyata beliau menguasai sejarah dengan baik,” ujar adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

 

Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh Panglima Komando Utama untuk ziarah

Dalam kesempatan tersebut, Gus Sholah juga menginformasikan kpd Panglima TNI Gatot bahwa di Tebuireng sedang dibangun Museum Islam Hasyim Asy’ari. Pendirian museum itu dimaksudkan untuk memberi info kpd masarakat soal proses masuknya Islam ke Nusantara dengan damai dan mempergunakan pendekatan budaya, tanpa power angkatan bersenjata.

“Saya juga memberi info bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan oleh angkatan bersenjata, polisi, pedagang, rakyat biasa, santri dan ulama. Ini untuk membantah pandangan bahwa negara berdasar Pancasila ialah negara yang bertentangan dengan Islam atau negara thaghut,” tegas Gus Sholah.

Sebagaimana dikabarkan, menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-71 TNI, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama). Untuk berziarah ke makam para eks presiden dan panglima tinggi TNI.

Di Jawa Timur, Panglima TNI Gatot mengajak iring-iringan petinggi TNI tersebut berziarah ke makam Presiden Soekarno di Blitar. Dan KH Abdurrahman Wahid di Tebuireng Jombang, Selasa. Seluruh kepala staf dari ketiga kesatuan juga tampak mendampingi kunjungan ziarah Panglima TNI tersebut.

Laki-laki kelahiran 13 Maret 1960 ini  menyampaikan bahwa aktifitas ini merupakan hasil dialog dengan seluruh kepala staf. Tujuannya, supaya seluruh prajurit TNI selalu mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan dan meneladani sikap para pahlawan.

Ditambahkannya, pada 9 November, sejatinya prajurit dan rakyat telah siap bertempur untuk mengusir prajurit NICA yang membonceng pasukan sekutu. Namun oleh Kyai Hasyim Asy’ari diminta menunda dulu.

“Kyai Hasyim meminta supaya seluruh pasukan menanti Kyai Abbas dari Cirebon, yang beliau juluki selaku “Singa dari Jawa Barat”. Itulah awal terjadinya kejadian perang yang amat berani pada 10 November, yang lalu dirayakan selaku Hari Pahlawan,” ujarnya lelaki 56 tahun sekarang.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ingatkan Pesan Bung Karno

Dengan mengingat sejarah, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menginginkan prajurit TNI dapat mencontoh keuletan para pahlawan dalam berhadapan dengan situasi yang kian sulit. “Bung Karno menjelaskan, perjuangan saya nggak berat sebab cuma mengusir penjajah. Namun perjuanganmu nanti akan lebih berat sebab melawan bangsamu sendiri,” tandasnya mengutip ungkapan Sang Proklamator.

Dengan tradisi ziarah, eks KSAD ini menginginkan TNI dan kalangan pesantren dapat bergandengan tangan untuk berhadapan dengan tantangan pendirian.  “Pantang menyerah, komitmen, full dedikasi dan yang paling penting berjuang dengan ikhlas, tanpa kepentingan apa pun,” pungkasnya. Panglima TNI

Sumber : Humas Pesantren Tebu Ireng

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :