Pangeran Khalid: Putra Mahkota Akan Kudeta Raja Salman Kalau Dicopot

Pangeran Khalid: Putra Mahkota Akan Kudeta Raja Salman Jika Dicopot

Pangeran Khalid: Putra Mahkota Akan Kudeta Raja Salman Kalau Dicopot

RIYADH – Pangeran Khalid bin Farhan Al-Saud mengkritik keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas prilaku ugal-ugalannya dalam memimpin negara, dan mengingatkan bahwa MbS akan melangsungkan kudeta kepada ayahnya, Raja Salman, kalau diberhentikan sebab menghabisi jurnalis terkemuka Jamal Khashoggi.

Farhan menjelaskan ke saluran berita al-Mayadeen pada hari Selasa bahwa kalau Raja Saudi diminta untuk memilih pengganti bin Salman, dia akan memilih putranya, Khalid.

“Tetapi MbS lantas akan melaksanakan kudeta terhadapnya,” tambahnya.

Mereferensi pada tudingan yang diusulkan oleh orang Eropa dan Amerika kepada bin Salman Soal Perkara Khashoggi, dia mempersoalkan bagaimana negara-negara ini bisa berinteraksi dengan seorang jagal yang menghabisi dan memotong-motong seorang awak media kalau tudingan itu terbukti.

Farhan juga membuktikan beberapa usaha untuk membunuhnya, dan menjelaskan 1 minggu sebelum tindakan mematikan Khashoggi, orang-orang Saudi berusaha membuatnya berkunjung Mesir untuk mengumpulkan sejumlah uang, tetapi dia tidak menerimanya.

seusai 2 minggu menyangkal keterlibatan dalam kepergiannya, Arab Saudi menjelaskan pada hari Sabtu pagi bahwa Khashoggi, seorang kritikus bin Salman, sudah meninggal dalam perkelahian di dalam gedung konsulat.

Dalam beberapa jam seorang pejabat senior Saudi menjelaskan ke Reuters bahwa sebuah tim dari 15 penduduk Saudi yang dikirim untuk mengeksekusi Khashoggi sudah mengancamnya dengan dibius dan diculik dan lantas membunuhnya.

Loading...
loading...

Lalu pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menjelaskan bahwa dia tidak tahu persis bagaimana Khashoggi meninggal, pembunuhannya ialah “operasi nakal” di mana orang Saudi sudah melampaui otoritas mereka.

Penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin menepis pernyataan Saudi bahwa Khashoggi meninggal dalam perkelahian di konsulat, bagian dari beberapa laporan hilangnya awak media yang muncul dari Riyadh.

“Seseorang tidak bisa membantu tetapi bertanya-tanya bagaimana mungkin ada ‘perkelahian’ antara 15 orang… dan Khashoggi, 60 tahun, sendirian dan tidak berdaya,” tulis Yasin Aktay dalam kolom di surat berita Turki Yeni Safak.

“Ini menerangkan tidak ada aspek dari insiden itu, yang sesuai dengan seluruh info yang dicapai – sebaliknya, itu mengarah ke lebih beberapa pertanyaan,” Aktay, yang juga Adalah temen dekat Khashoggi, menulis.

“Kian beberapa orang memikirkannya, kian terasa seperti kecerdasan kita tengah diejek,” tulisnya. [ARN]


Arrahmah News
shared by Muhammad Najib

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :