Pakistan Tak Akan Kirim prajurit untuk Gabungan Angkatan bersenjata Islam

Hubungan diplomatik Islamabad dan Riyadh diadukan memburuk tahun lalu tatkala Pakistan menolak untuk menyampaikan pasukan untuk melawan pejuang Houthi di Yaman.  

 

Islam-Institute, ISLAMABAD – Negara Pakistan pada hari Selasa (12/1) kemarin memberi pernyataan resmi bahwa pihaknya tak akan menyampaikan pasukan untuk berperang di negara mana pun selaku bagian dari gabungan anti terorisme 34 negara yang dibentuk Arab Saudi. Hal ini diadukan kantor berita APA mengutip Anadolu Agency.

Memberi pengarahan pada komite urusan luar negeri parlemen mengenai kunjungan balasan pekan lalu ke Islamabad oleh Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammad Bin Salman dan Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir, Aziz menekankan bahwa memang Pakistan menyokong aliansi anti-terorisme tetapi keikutsertaan negara itu cuma akan terbatas pada berbagi info intelijen, pelatihan dan penyediaan senjata.

“Ini bukan keputusan strategi kami untuk menyampaikan pasukan ke negara manapun selaku bagian dari aliansi kecuali dengan mandat PBB,” ungkap Aziz sebagaimana dilansir oleh televisi negara Pakistan.

Aziz juga menjelaskan ke komite bahwa Islamabad lebih suka memainkan peran mediasi antara Riyadh dan Teheran – daripada bersikap memihak, dengan menginginkan hal ini akan mengurangi meningkatnya ketegangan antara dua power regional.

Hubungan diplomatik antara sekutu lama Islamabad dan Riyadh diadukan memburuk tahun lalu sesudah Pakistan menolak untuk menyampaikan pasukan demi melawan pejuang Houthi di Yaman.  (AL/ARN)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :