Paham ISIS Diduga Menyusup dalam Pengajian TKI Hong Kong

Benarkah Paham ISIS Menyusup dalam Pengajian TKI Hong Kong 

TKI Hong Kong  – Keterkaitan paham ISIS dalam perekrutan anggotanya melalui TKI (Tenaga Kerja Indonesia) khususnya di Hong Kong semakin meresahkan. Respon netizen di jejaring sosial membuktikan itu. Muncul komentar-komentar bernada khawatir. Semisal, banyak majikan di Hong Kong takut mempekerjakan mereka yang beragama Islam. Ada pula komentar bernada sentimen terhadap TKI bercadar.

Fera Nuraini, seorang TKI yang telah lama berkerja di Hongkong membenarkan meningkatnya kekhawatiran warga Hong Kong terhadap perekrutan ISIS berdalih TKI. Namun perlu diklarifikasi bahwa kekhawatiran majikan mereka tidak serta merta menggambarkan diskriminasi terhadap TKI beragama Islam.

“Majikan was-was iya, tapi mereka sebatas memperingatkan untuk lebih waspada, kalau diskriminasi TKI setahu saya malah enggak ada karena Hong Kong adalah negara tebuka. Soal agama malah cuek tidak mengurusi seperti orang Indonesia yang suka ikut campur,” ungkapnya.

 

Pengajian TKI di Hong Kong sudah berlangsung sejak lama

Fera juga menepis rumor pengajian di Hong Kong yang ditengarai membawa paham ISIS. Pengajian di Hong Kong tak jauh beda dengan di Indonesia. Perbedaannya hanya tempat yang suka berpindah-pindah, baik di dalam ruangan maupun luar ruangan.

Pengajian di Hong Kong kurang lebih sama seperti di Indonesia cuma tempatnya memilih indoor atau lapangan terbuka seperti lapangan Viktori, dan rata-rata mendatangkan ustad langsung dari Indonesia,” tambahnya.

Kegiatan pengajian TKI di Hong Kong sudah berlangsung sejak lama, jauh sebelum beredar isu ISIS. “Pengajian sudah dari lama lumayan sering setiap bulan selalu mendatangkan ustaz dari Indonesia, bukan ramai saat akhir-akhir ini saja, cuma entah kenapa yang dikaitkan dengan ISIS cuma baru sekarang, entah mungkin pemberitaan soal ISIS semakin ramai dan pengajian di Hong Kong mulai terindikasi hal tersebut.”

Belakangan ini muncul pemberitaan pengajian dibubarkan paksa satuan pengamanan Hong Kong lantaran ditengarai sebagai perkumpulan peneyebaran paham ISIS. Fera mengklarifikasi dengan menyatakan bahwa itu ulah oknum penyebar selebaran palsu dengan menambahkan lambang ISIS di dalamnya.

“Temen saya yang ikut pengajian yang ustaznya ditolak imigrasi kebetulan tidak ikutan, tapi mereka tidak tahu kalau selebaran itu ada lambang ISIS punya dua versi, asli dan palsu. Mereka juga tidak tahu siapa yang bikin selebaran itu,” tutupnya. (merdeka.com)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :