Pahala Sedekah Mampu Rusak Lantaran 3 Hal Ini

Abu Dzar al-Ghifari, Pemberantas Korupsi dan Pembela Kaum Papa

Pahala Sedekah Mampu Rusak Lantaran 3 Hal Ini

Sedekah Adalah amalan yang Inti dalam Islam, yang kalau dilihat dari kacamata manusia akan mengurangi harta manusia. Akan tetapi tidak dengan ketentuan Allah, Dia akan menggantinya dengan sepuluh kali lipat. Akan tetapi dengan seperti ini, masih saja dari sekian manusia yang kurang mampu menjaga keutamaan sedekah tersebut dan melaksanakan hal-hal yang bisa merusak amal sedekah. Dalam QS Al-baqrah ayat 264 disebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kau merusak amal sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”

Ada 3 hal yang berkemungkinan dalam merusak amal sedekah, yaitu:

Ke-1: Al-Mann (menyebut-nyebut pemberian sedekah). Seseorang yang melaksanakan poin ini mempertunjukkan indikasi ketidak ikhlasannya dalam bersedekah. Al-mann ini juga mengindikasikan sikap orang yang sombong di depan manusia.

Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di depan orang yang ia beri sedekah, dia memamerkan kelebihan dirinya ke orang tersebut. Perbuatan ini mampu menyakiti hati orang lain, sehingga Allah ta’ala mencegah perbuatan negatif ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ، ولا ينظر إليهم ، ولا يزكيهم ، ولهم عذاب أليم ، قال فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث مرار . قال أبو ذر : خابوا وخسروا . من هم يا رسول الله ؟ قال : المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب

“ Ada 3 golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta untuknya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak 3 kali. Abu Dzar menanyakan, “Siapa mereka wahai Rasulullah?”Jawab beliau, “Al musbil (laki-laki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan janji palsu”(HR. Muslim)

Loading...
loading...

Ke-2 ialah Al-‘Adzaa (menyakiti orang yang menerima sedekah). Yang dimaksud dalam poin ini ialah menyakiti atau melaksanakan perbuatan yang merugikan orang lain. Semisal dengan merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di depan orang beberapa.

Walau kita memberi sesuatu kepadanya, tapi perlakuan negatif itu sudah menyakiti hatinya. Hasilnya, pahala sedekah yang begitu besar itu habis tidak bersisa. Pesan indah dari QS AL-Baqarah ayat 263:

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.

Ketiga ialah Ujub dan takabbur, sebuah sikap yang mempertunjukkan kelebihan dirinya sehingga ia sanggup bersedekah ke orang lain.

Kesombongan yang seperti ini juga bisa menghalangi pahala atau keutamaan sedekah, sebab secara tidak langsung ia merasa paling hebat dan mengganggap orang lain jauh dibawahnya sebab belum mampu bersedekah layaknya dirinya sendiri. Padahal sebenarnya seluruh harta yang ia sedekahkan cuma titipan Allah semata.

Ketiga hal tersebut disebut selaku virus yang sanggup merusak amal sedekah. Yang bersedekah seperti itu tidak memperoleh sedikitpun dari pahala sedekahnya. Sebagaimana Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, lalu mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekuatiran kepada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Selengkapnya, klik di sini

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *